Kemungkinan Terjadinya Perbedaan antara Maksud Pengarang Kitab dengan Isi Kitab

Kemungkinan Terjadinya Perbedaan antara Maksud Pengarang Kitab dengan Isi Kitab

Pendahuluan buku ”Sifat Sholat Nabi SAW”  (cetakan ke 29 oleh penerbit Media Hidayah), yang oleh penerbitnya, disebutkan bahwa buku itu dikarang oleh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, yang diterjemahkan dari kitab berjudul Shifatu sholaati An Nabiyyi SAW min takbiiri ilaa at-tasliimi ka-annaka taraaha” . Buku ini  diterjemahkan oleh Muhammad Thalib.

Pada Kata Pengantar buku edisi kelima ini, penerbit buku ini menyampaikan pada paragraf ke lima :

”Pada edisi kelima ini kami merevisi beberapa kesalahan terjemahan yang ditemukan pada edisi sebelumnya, antara lain pada hlm. 104 baris ke-5 tertulis… meletakkan lengan kanan pada punggung telapak kirinya…seharusnya… meletakkan (telapak tangan) kanan di atas punggung telapak, pergelangan, dan lengan bawah kirinya…”;…………..dst.

Pada Pendahuluan Edisi Revisi buku ini, tertulis terjemah tulisan Muhammad Nashiruddin Al-Albani, pada paragraf dua sampai enam, sebagai berikut :

‘Amma ba’du, ini adalah edisi terbaru dari kitabku, Shifatush shalatin Nabi SAW. Saya telah menelitinya kembali setelah beredarnya cetakan ke-10 hingga sepuluh tahun lamanya, dan baru saat ini saya berrkesempatan untuk mencetaknya. Kitab cetakan ke-10 tersebut mulai dicetak tahun 1401 H. oleh penerbit Maktab AI-Islami yang menangani segala proses pencetakannya dan cetakan-cetakan

sesudahnya. Dialah yang mengatur tata letak (setting dan lay out) dan menambah baris-baris baru, yang ternyata di dalamnya terrdapat banyak kesalahan dan rasanya tidak mungkin kami menyebutkan semua kesalahan itu karena banyaknya. Saya akan menunjukkan cukup satu kesalahan saja yang saya pandang perlu berkaitan dengan hilangnya tambahan penting yang tidak di­munculkan pada cetakan-cetakan sebelumnya, sehingga hilanglah manfaat dari tambahan tersebut disebabkan oleh kelemahan dan kebodohan orang yang mengawasi proses pencetakan di penerbit Maktab AI-Islami, sehingga kitab ini tidak seperti yang kami dapati sebelum sepuluh tahun terakhir. Satu tambahan penting yang karni maksudkan ialah pernyataan saya yang ada pada halaman 180 (kitab aslinya, pent.) di akhir kata peringatan saya dalam Bab Qunut dalam shalat Witir, yaitu: “Akan tetapi, perlu saya tambahkan…dst..”

Pernyataan tersebut pada tiap-tiap cetakan mestinya berada di bawah bahasan yang saya komentari, bukan di atasnya. Dengan perubahan letak pernyataan “Akan tetapi, perlu saya tambahkan…dst.”, rusaklah pengertiannya dan hilanglah manfaatnya.

Adanya kesalahan tersebut dan kesalahan-kesalahan lainnya sebagaimana akan saya sebutkan nanti menyebabkan saya tidak mau lagi bekerja sama dengan penerbit Maktab Al-Islami untuk menerbitkan dan menyebarkan kitab saya itu setelah saya pindah dari Damsyiq ke Amman atau boleh saya katakan sedikit saja yang saya terbitkan, kemudian saya tarik semua kitab-kitab saya setelah kesalahan­kesalahan dia tidak bisa ditolelir.

Kesalahan terjelek adalah hilangnya lafazh do`a iftitah poin 9 halaman 94 (kitab aslinya) yang berbunyi wa laa haula walaa quwwata illaa bika. Yang mengherankan, lafazh tersebut ada pada cetakan ke-5 hingga ke-9, dan hilang mulai cetakan ke-10 ke atas. Hal seperti itu menunjukkan kekurangseriusan, kekurangtefitian, dan kurangnya pengecekan. Orang yang memahami seluk-beluk percetakan dan penerbitan sangat memahami hal ini.

Saya tidak akan melepaskan tanggung jawab kepada para pembaca untuk memberikan contoh-contoh kesalahan yang saya katakan itu. Namun sebelum itu, kita berbicara dulu tentang cetakan ke-14 ini untuk bersegera meraup kebaikan. Sungguh, sahabat lama saya ini telah memanfaatkan kepindahan saya ke Amman. Karena tidak ada kesempatan saya untuk mengawasi dan mengecek naskah kitab saya, dia pun mengumpulkan dan memberikan catatan-catatan dalam kitab tersebut –tanpa sepengetahuan dan seizin saya– seenak hawa nafsunya untuk memenuhi sifat ketamakannya dalam bisnis. Untuk keperluan itu dia pun tidak segan-segan berbohong dan memalsu perkataannya. Tidak ada alasan bagi dia untuk mengelak. Dia berprinsip: “Tercapai tujuan dengan menghalalkan segala cara.”

Setelah membaca Kata Pengantar dan Pendahuluan buku ”Sifat Sholat Nabi SAW”, penulis mendapat bukti  bahwa :

  • Penerbit suatu buku mengakui bahwa dimungkinkan buku-buku yang diterbitkannya terdapat beberapa kesalahan (semoga kesalahan ini tidak disengaja).
  • Penerbit suatu buku dituduh melakukan kesalahan oleh pengarang buku yang diterbitkannya. Contoh penerbit Maktab Al Islami disalahkan oleh Muhammad Nashiruddin Al-Albani dan akhirnya diputuskan perjanjiannya. Penerbit itu dituduh tetap menerbitkan kitab tersebut walau buku terbitannya mengandung banyak  kesalahan.

Mengenai kesesuaian buku ”Sifat Sholat Nabi SAW”  (cetakan ke 29 oleh penerbit Media Hidayah, yang diklaim oleh penerbitnya dikarang oleh Muhammad Nashiruddin Al-Albani), Sampai saat ini, penulis tidak mendapati bukti otentik, atau bukti sah secara hukum,  bahwa isi buku ini sesuai dengan isi maksud pengarang aslinya. Sebaliknya penulis juga tidak mendapat bukti bahwa isi buku ini telah menyimpang dari isi maksud pengarang aslinya. Dalam hal ini penulis berusaha untuk bersikap netral.

Bila pengarang kitab yang masih hidup membaca buku karangannya yang diterbitkan, maka dia mempunyai kesempatan untuk mengkoreksinya atau menyatakan kesalahannya. Sebagai contoh Nashiruddin Al-Albani sempat menyampaikan kesalahan bukunya yg diterbitkan oleh suatu penerbit pada tahun 1401 H (1980M). Sebagai informasi beliau wafat pada tahun 1420H (1999 M).

Namun apabila pengarang suatu kitab telah meninggal, misal Ibnu Katsir yang wafat tahun 1372 M, yang telah mentafsir Al-Qur’an, yang terkenal dengan kitab ”Tafsiru Al-Qur’ani Al-Azhim”. Maka beliau tidak punya kesempatan untuk mengkoreksi buku ”Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir” dalam bahasa Indonesia, yang telah diterbitkan oleh penerbit di Indonesia. Dalam hal ini penulis tidak bermaksud untuk menyatakan bahwa terdapat kesalahan peringkasan atau pencetakan pada buku itu, tetapi penulis hanya mencoba menganalisis bahwa terdapat kemungkinan kesalahan (bisa kecil ataupun besar kemungkinannya). Ibnu Katsir rahimahulloh  sendirilah yang berhak untuk menyatakan maksud beliau sesungguhnya pada kitab tafsirnya.

Terdapat beberapa versi Tafsir Ibnu Katsir. Versi yang digunakan oleh Nashiruddin  Al-Bani adalah versi yang ditulis (diringkas?) oleh Musthafa Muhammad. Versi lain yang penulis ketahui dan banyak beredar di Indonesia adalah ”Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir – Kemudahan dari Allah” yang ditulis oleh Ar-Rifai Muhammad Nasib, yang diterjemahkan oleh Syihabuddin dari kitab ”Tafsir al-Aliyyul Qodir li Ikhtisari Tafsir Ibnu Katsir”.

Di sini penulis mendapat informasi bahwa ada dua kitab berbahasa arab mengenai tafsir Al-Qur’an yang dibuat oleh Ibnu Katsir yang berbeda versi penulisnya. Apalagi dalam edisi terjemah ke dalam bahasa Indonesia kitabnya mengalami peringkasan. Jadi kemungkinan besar terjadi perbedaan antara dua ringkasan kitab tafsir itu.

Demikian pula dengan kitab-kitab klasik dengan pengarang ulama-ulama terdahulu, seperti Ibnu Taimiyah, Ibnu Qoyyim Al Jauziyah, Imam Ghozali dsb., penulis tidak menemukan sistem validasi atau autentikasi yang syah yang bisa membuktikan bahwa kitab-kitab yang telah diterbitkan yang diklaim oleh penerbitnya dikarang oleh beliau-beliau, tidak ada kesalahan dan sesuai dengan maksud mereka itu menulis kitab.

Contoh lain, penulis memiliki kitab kuning ”Syarah Bidayatul Hidayah”, yang tidak persis sama dengan kitab yang dipegang oleh seorang ustadz. Ada sedikit perbedaan, kemungkinan karena kesalahan cetak.

Penerbit dan penterjemah yang berbeda dengan penerbit dan penterjemah suatu kitab berbahasa Arab yg sama, bisa menjadi faktor kesalahan itu. Kemungkinan perbedaan itu diperbesar bila sumber kitab aslinya dalam bahasa Arab diterbitkan oleh penerbit yang berbeda.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: