Berhati Hatilah Dalam Membaca Berita

Berhati-hatilah Dalam membaca Berita

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (TQS Al Hujurat / 49:6).

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti millah (agama, sistem)  mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (TQS Al Baqarah / 2:120)

 

Berita mengenai Cina dari Kompas.com ini berjudul  Mantan Wali Kota Shenzhen Divonis Mati” didapatkan dari AP atau The Associated Press dan Reuters. Keduanya adalah kantor berita  dari AS :

Dalam pemberitaan mengenai Cina itu, pada mulanya bersifat netral, tetapi pada akhir paragrap bersifat negatip. Paragrap yg bersifat negatip itu adalah opini yang tidak jelas sumbernya, yaitu :

“Akan tetapi, ada kritikan bahwa upaya membasmi korupsi di China juga terjegal dengan kurang independennya lembaga peradilan. Pemberantasan korupsi di China, khususnya di Provinsi Guangdong, dilihat oleh para analis sebagai salah satu upaya Beijing memperkuat kontrolnya di kawasan ekonomi di bagian selatan China.”

Pada kalimat di atas tidak jelas kritikan siapa dan analis dari mana dan siapa.

 

Berita-berita dari media massa barat, (atau dari negara yang sangat pro barat), yang menyangkut negara yang dan agama tertentu (biasanya Islam) yg tidak disukai oleh barat,  biasanya ada beberapa sisipan opini yang bias yang mencerminkan opini redakturnya atau pemilik perusahaan media itu.

Tetapi sayang sekali, media muslimpun mengutip berita-berita yang sumbernya tidak jelas, hanya karena terbawa berita-berita dari barat yang sesuai dengan pendapatnya. Contoh berita mengenai istri Muammar Gaddafi, Safia Farkash, sbb :

1.      Dari eramuslim yang tidak jelas sumbernya

2.      Dari Republika yg bersumber dari Al Arabiya, yang dimiliki oleh Arab Saudi dan menurut Wikipedia, beritanya tidak seimbang atau “imprecise coverage”

 

Untuk itu kepada kaum muslimin yang menerima berita, apalagi meneruskan berita dari sumber yang bisa dikatakan fasik atau lebih dari fasik (kafir, musyrik dsb.), agar lebih berhati-hati dalam menerima berita itu.

Dengan banyaknya berita-berita yang bias atau tidak benar, opini  kita dan masyarakat bisa tergiring menurut berita yang biasa dibacanya, apabila kita dan masyarakat tidak mempunyai penyaring dan pendapat yang kokoh sesuai dengan kenyataanya.

 Salam

Assalyan


Berita dari Kompas.com yang perlu dibaca dengan kritis dan hati-hati :

Mantan Wali Kota Shenzhen Divonis Mati

Selasa, 10 Mei 2011

BEIJING, KOMPAS.com – Mantan Wali Kota Shenzhen pada Senin (9/5) dijatuhi hukuman mati karena telah menerima sogokan. Kasus ini dinilai sangat mencoreng citra Shenzhen sebagai salah satu zona ekonomi yang paling berkembang di China selatan.

Pengadilan di Provinsi Henan memvonis hukuman mati kepada Xu Zonghen karena telah menerima sogokan lebih dari 33 juta yuan atau sekitar 4 juta dollar AS. Xu merupakan salah satu pejabat paling senior di China yang dihukum setelah sebelumnya pemimpin Partai Komunis China di Shanghai, Chen Liangyu, dipenjara karena korupsi pada tahun 2008.

Selain dijatuhi hukuman mati, harta milik mantan wali kota itu juga disita. Pengadilan juga memerintahkan agar hak-hak Xu sebagai pejabat dicabut.

Xu (56) diberhentikan dari jabatannya sebagai Wali Kota Shenzhen pada Juni 2009, dengan alasan melanggar disiplin. Pada tahun itu juga Xu, yang tadinya teknisi mobil itu, dijebloskan ke penjara.

Dia akhirnya diketahui menerima sogokan setelah pemerintah pusat gencar melaksanakan pemeriksaan untuk mengetahui siapa saja yang telah menerima hadiah di Shenzhen. Shenzhen hanya sepelemparan batu jaraknya dari Hongkong.

Pengadilan juga menyatakan Xu telah menyalahgunakan kekuasaannya. Dia juga mencari keuntungan sendiri dengan membantu sembilan perusahaan atau perorangan yang hendak membangun kota, memenangkan proyek bagi orang tertentu, atau menerima sogokan dari pejabat yang hendak dipromosikan.

Hukuman mati ini sebelumnya sempat ditunda hingga dua tahun karena Xu mengakui kesalahannya.

Xu diketahui mendapatkan sogokan dari perusahaan pemasok material untuk bangunan dan para pejabatnya antara tahun 2001 dan 2009. Ketika itu dia belum menjabat wali kota, tetapi masih menjadi salah satu pejabat tinggi di Shenzhen. Rupanya setelah dia menjadi wali kota pada tahun 2005, sogokan terus mengalir memenuhi kantongnya.

Perangi korupsi

Satu generasi yang lalu Shenzhen merupakan desa nelayan kumuh. Dalam 30 tahun terakhir kawasan itu berkembang menjadi kota metropolitan dengan penduduk 11 juta jiwa. Shenzhen juga bertumbuh menjadi salah satu zona ekonomi khusus dan merupakan model pembangunan China yang bertumpu pada manufaktur. Akan tetapi, kasus korupsi telah mencerminkan sisi suram dari reformasi yang dijalankan China.

Presiden China Hu Jintao dan para pejabat tinggi pemerintah lainnya berulang kali menyebutkan bahwa korupsi yang menjadi endemi di China merupakan ancaman bagi legitimasi Partai Komunis.

Partai Komunis China berulang kali berupaya memerangi korupsi. Berkembangnya perekonomian telah membuat para pejabat berkesempatan menggunakan kekuasaan mereka untuk memperkaya diri sendiri.

Akan tetapi, ada kritikan bahwa upaya membasmi korupsi di China juga terjegal dengan kurang independennya lembaga peradilan. Pemberantasan korupsi di China, khususnya di Provinsi Guangdong, dilihat oleh para analis sebagai salah satu upaya Beijing memperkuat kontrolnya di kawasan ekonomi di bagian selatan China.

(AP/Reuters/joe)

Sumber : http://internasional.kompas.com/read/2011/05/10/07381556/Mantan.Wali.Kota.Shenzhen.Divonis.Mati

Berita dari Eramuslim  yang perlu dibaca dengan kritis dan hati-hati :

Safia Farkash, “First Lady” Libya yang Miliki Emas 20 Ton

Senin, 07/03/2011 08:03 WIB

Sejak awal revolusi Libya pada 17 Februari lalu, ibu negara Libya Safia Farkash sama sekali tidak menjadi pusat perhatian berbeda dengan rekan-rekannya di Tunisia dan Mesir, meskipun dirinya juga dikenal memiliki kekayaan dan pengaruh yang besar.

Safia Farkash memiliki sebuah perusahaan penerbangan bernama Buraq Air yang bermarkas di Bandara Internasional Mittiga di ibukota Tripoli Libya. Farkash langsung mengoperasikan perusahaan itu dengan persetujuan suaminya meskipun ia mendapat saingan dari maskapai nasional Libya dan memonopoli perjalanan ibadah haji warga Libya.

Laporan kekayaan Farkash sangat bervariasi, tapi salah satu laporan yang paling banyak beredar menunjukkan bahwa ibu negara Libya tersebut memiliki 20 ton emas!

(Catatan : Laporan dari mana dan dari siapa, kurang jelas).

Berita kekayaan Farkash sejalan dengan dokumen WikiLeaks yang menyatakan bahwa Gaddafi adalah kepala keluarga yang kuat dan kaya, namun kekayaan tersebut dibagi-bagi dan disfungsional.

Menurut WikiLeaks, Farkash secara umum berpenampilan low profile. Dia bepergian dengan menyewa pesawat dan sebuah mobil telah siap mengantarnya dari bandara ke tempat tujuan nya. Bahkan perjamuan lebih sering ia selenggarakan di kompleks Bab al-Azizia, markas utama Gaddafi, untuk merayakan ulang tahun revolusi tahun 1969 dengan acara yang cukup sederhana.

Safia Farkash al-Baraasi adalah istri kedua pemimpin Libya Muammar Gaddafi. Ia dilahirkan di kota al-Baida di timur Libya dan berasal dari suku al-Baraaesa. Gaddafi dan dirinya saling mengenal satu sama lain ketika ia bekerja sebagai perawat dan ketika Gaddafi dirawat di rumah sakit untuk usus buntu pada tahun 1971. Mereka menikah pada tahun yang sama dan memiliki tujuh anak, enam anak laki-laki dan satu putri bernama Aisyah.

Selama tahun-tahun pertama pernikahan mereka, Farkash jarang tampil di media, namun dalam beberapa tahun terakhir ini ia mulai terlibat dalam kegiatan sosial seperti ikut ambil bagian dalam merayakan revolusi 1969 yang menghantarkan suaminya ke puncak kekuasaan dan menghadiri wisuda siswa polisi perempuan pada tahun 2010 .

Pada tahun 2008, Farkash terpilih menjadi wakil presiden untuk organisasi ibu negara Afrika dalam pertemuan para pemimpin Uni Afrika di kota Laut Merah Mesir Sharm al-Sheikh meskipun dia tidak hadir dalam pertemuan itu dan tidak pernah ikut ambil bagian dalam kegiatan yang berhubungan dengan hal tersebut.

Beberapa website melaporkan bahwa Farkash dan putrinya Aisyah telah mendarat di Jerman pada tanggal 20 Februari, tapi belum ada konfirmasi kebenaran berita ini.(fq/aby)

(Catatan : mengapa berita yang belum ada konfirmasi kebenaran beritanya tetap dimuat).

Sumber : http://www.eramuslim.com/berita/dunia/safia-farkash-ibu-negara-libya-yang-miliki-emas-20-ton.htm


Berita dari Republika yang perlu dibaca dengan kritis dan hati-hati :

Istri Gaddafi, Safia Farkash Genggam 20 Ton Emas

Senin, 07 Maret 2011 16:52 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, Sejak revolusi bergulir di Libya pada 17 Februari lalu, perempuan nomor satu di negara itu, yang tidak lain istri Muammar Gaddafi, Safia Farkash tidak pernah menjadi sorotan media seperti ibu negara di Tunisia dan Mesir, meskipun ia terkenal dengan kekayaannya dan pengaruhnya yang besar.

Safia Farkash juga memiliki perusahaan di bidang penerbangan yang maskapainya dinamai Buraq Air yang bermarkas di bandara Internasional Mittiga, Tripoli, Libya. Farkash menjalankan perusahaannya atas persetujuan dari suaminya, meskipun persaingan di perusahaan penerbangan Libya begitu ketat, tapi ia dapat memonopoli kunjungan wisatawan luar negeri ke Libya.

Ada beberapa laporan terkait kekayaannya tersebut, tapi salah satu laporan kekayaaan istri pertama Gaddafi itu, yang juga telah diketahui publik, adalah ditangannya saat ini telah tergenggam 20 ton emas. Berita kekayaan Farkash ini mencuat setelah bocornya dokumen Wikileaks menyatakan bahwa Gaddafi adalah kepala keluarga kuat dan kaya, tetapi dibagi dan disfungsional.

Menurut WikiLeaks, secara umum karakter Farkash sangatlah sederhana. Dia kerap bertamasya ke luar negeri dengan menyewa sebuah pesawat dan diantar dengan iring-iringan mobil saat menuju bandara. Bahkan pesta cukup sederhana diadakan di resor Bab Al-Azizia, markas Gaddafi, untuk merayakan ulang tahun revolusi 1969.

Selama krisis Lockerbie, koalisi internasional terhadap penjahat perang (ICAWC), yang berbasis di Perancis, mengungkapkan pada 1992 bahwa kekayaan Gaddafi mencapai 80 juta dolar AS, sementara istrinya diperkirakan sebesar 30 juta.

Safia Farkash al-Baraasi adalah istri kedua pemimpin Libya Muammar Gaddafi. Ia dilahirkan di kota al-Baida di Libya timur dan berasal dari suku al-Baraaesa. Mereka harus mengenal satu sama lain ketika ia bekerja sebagai perawat. Farkas sempat diopname karena usus buntu pada 1971.

Mereka menikah pada tahun yang sama dan memiliki tujuh anak, enam laki-laki dan anak perempuan hanya Aisha. Selama tahun-tahun pertama pernikahan mereka, Farkash jarang tampil di media, tapi dalam beberapa tahun terakhir ia terlibat dalam kegiatan sosial, seperti mengambil bagian dalam perayaan revolusi 1969 yang membawanya ke kekuasaan. Selain itu, ia juga menghadiri wisuda siswa polisi perempuan pada 2010.

Pada 2008, Farkash terpilih menjadi wakil presiden pada Organisasi Ibu Afrika dalam pertemuan para pemimpin Uni Afrika di Mesir kota Laut Merah Sharm al-Sheikh, Mesir. Meskipun ia tidak hadir pada pertemuan itu dan tidak pernah ambil bagian dalam kegiatan yang terkait dengannya.

Beberapa website melaporkan bahwa Farkash dan Beberapa website melaporkan bahwa Farkash dan putrinya Aisha mendarat di Jerman pada 20 Februari, tiga hari pecahnya revolusi di Libya. Namun tidak ada yang menyangkal ataupun mengkonfirmasi atas berita tersebut.

Redaktur: Djibril Muhammad

Sumber: Al Arabiya

Sumber :  http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/internasional/11/03/07/167822-istri-gaddafi-safia-farkash-genggam-20-ton-emas

Al Arabiya menurut Wikipedia (http://en.wikipedia.org/wiki/Al_Arabiya).

Al Arabiya has, in turn, drawn accusations of pro-American or pro-Saudi bias, in part due to MBC’s Saudi ownership

Al Arabiya had been banned from reporting from Iraq by the country’s interim government in November 2004 after it broadcast an audio tape on November 16 purportedly made by the deposed Iraqi President Saddam Hussein.[2] The Iraqi government had also banned the channel on September 7, 2006 for one month for what it called “imprecise coverage”.

On February 14, 2005, Al Arabiya was the first news satellite channel to air news of the assassination of Rafik Hariri,[5] who was one of its early investors.

On October 9, 2008, the Al Arabiya website (www.alarabiya.net) was hacked.[6]

On September 2, 2008, Iran expelled Al Arabiya’s Tehran bureau chief Hassan Fahs. He was the third Al Arabiya correspondent expelled from Iran since the network opened an office there.[7] On June 14, 2009 the Iranian government ordered the Al Arabiya office in Tehran to be closed for a week for “unfair reporting” of the Iranian presidential election. Seven days later, amid the 2009 Iranian election protests, the network’s office was “closed indefinitely” by the government.[8]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: