Pemimpin Seharusnya Jujur dan Berani karena Benar

Negeri ini kian terpuruk akibat beban-beban domestik (kepentingan personal dan kelompok) para penyelenggaranya (eksekutif, legislatif, dan yudikatif). Ironi getir pun muncul: penyelenggara negara justru menyandera negara.

Peran dan fungsi negara sebagai institusi publik tereduksi jadi mesin kepentingan pribadi dan kelompok elite. Di situ, para penyelenggara negara melakukan eksploitasi dan kapitalisasi atas pontensi-potensi negara (sosial, politik, ekonomi, dan budaya). Akibatnya, berbagai tindakan para penyelenggara yang mengatasnamakan kepentingan publik menjadi kehilangan rujukan konstitusional dan ideologis.

Dasar negara dan konstitusi merupakan roh sekaligus urat nadi publik. Di sana harapan publik untuk sejahtera, berperadaban, dan bermartabat dipertaruhkan. Ketika aktualisasi para penyelenggara negara tak secara substansial berada pada jalur dasar negara dan konstitusi, sejatinya telah terjadi perlucutan atas kedaulatan rakyat.

Kelompok elite telah mengambil alih kedaulatan itu demi menjadikan negara sebagai ”perusahaan” dan mesin uang mereka. Posisi rakyat sebagai stakeholders (baca: pemilik saham) negara berubah jadi sekadar konsumen yang anonim dan hanya punya hak untuk dieksploitasi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: