Janganlah Kaum Muslim Mengikuti Kaum Salibis

Warta Ummat, 4-10 Januari 2011

Janganlah Kalian Turut Bersama Kaum Salibis

Kami memulai kajian ini, dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Shalawat dan salam se­moga senantiasa tercurahkan kepada Ra­sul-Nya yang mulia, serta keluarga dan para shahabatnya.

Saat ini (setiap bulan Desember), kaum nasrani (kristen) sedang merayakan Natal dan Tahun Baru Masehi. Namun tidak sedikit di antara kaum Mus­lim yang turut merayakannya bersama mereka. Dan mereka pun saling mengucap­kan selamat kepada kaum nasrani dalam memperingati hari rayanya ini.

Maka, ke­pada mereka ini, kami katakan “Janganlah kalian turut bersama kaum nasrani dalam merayakan hari raya mereka”.

Sebenar-be­nar perkataan adalah Kitabullah, dan se­baik-baik petunjuk adalah petunjuk Mu­hammad SAW; sebaliknya seburuk-buruk perkara adalah perkara (peribadatan) baru yang tidak dikenal dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah (muhdats), dan setiap muhdats adalah bid’ah; sementara setiap bid’ah itu adalah kesesatan, dan setiap kesesatan tem­patnya di neraka.

Allah Dzat Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi berfirman:

“Katakanlah: ‘Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala se­suatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia’.” (TQS. At-Ikhlash [112] : 1-4).

Surat Al-Ikhlash ini sebagian dari Kitabullah, yang datang dari Dzat Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi. Surat ini, sekalipun pendek, namun sebanding den­gan sepertiga dari Al-Qur’an.

Di dalam surat Al-Ikhlash ini terkand­ung:

–     Tauhid (keimanan atas ke-Esaan Allah) dan keikhlasan.

–     Akidah {keyakinan} yang bersih dan murni.

Sesungguhnya Allah Dzat Yang Maha Suci dan Maha Tinggi ini tidak mempun­yai anak, tidak mempunyai sekutu, tidak datang dari seorang pun, serta tidak me­miliki keturunan dan nasab seperti yang diklaim oleh kaum yahudi dan nasrani (kristen). Mereka (kaum nasrani) berkata: “Al Masih itu putera Allah”, dan mereka (kaum yahudi) berkata: “Uzair itu putera Allah”. Maha Suci dan Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka katakan dengan ketinggian yang sebesar-besarnya.

Allah Dzat Yang Maha Suci dan Maha Tinggi ini, sama sekali tidak butuh pada salah satu di antara ciptaan-Nya, sebalikn­ya semua makhluk butuh kepada-Nya. Al­lah itu Maha Kaya, sebaliknya semua ma­khluk adalah miskin. Allah adalah tempat bergantungnya segala yang ada, di mana kehidupan ini tidak akan tegak kecuali den­gan pemeliharaan, kebaikan dan belas kasih dari Allah Dzat Yang Maha Suci dan Maha Tinggi lagi Maha Kuasa.

Surat Al-Ikhlash ini menetapkan akidah dasar dan fundamental yang harus tertan­am kokoh dalam lubuk hati setiap makhluk yang ada di alam semesta ini, yaitu ke­ Maha Esaan Allah Dzat Yang Maha Suci dan Maha Tinggi. Sehingga Allah merupa­kan satu-satunya yang berhak disembah, sedang yang selain Allah semuanya adalah hamba bagi-Nya.

Allah SWT berfirman :

“Tidak ada seor­angpun di langit dan di bumi kecuali akan datang kepada Tuhan yang Maha Pemu­rah selaku seorang hamba. Sesungguhnya Allah telah menentukan jummlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti.” (TQS. Maryam [19] :93-94).

Berdasarkan perspektif  akidah tauhid yang sifatnya fitrah (ada bersamaan den­gan penciptaan manusia)  yang telah diteta­pkan oleh surat Al-Ikhlas, maka kami da­pat mengatakan dengan  keyakinan dan kepercayaan, serta menegaskan kepa­da semua manusia yang  ceroboh dan ke­bingungan, bahwa Isa as.  adalah hamba Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi. Isa as ini keberadaannya seperti Adam as yang tidak memiliki ayah dan ibu, sedagkan Isa as memiliki ibu, semoga Allah merahmati keduanya. Oleh karena itu, Al­lah SWT menasabkan Isa kepada ibunya. Dalam hal ini Allah SWT  berfirman:

“Itu­lah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya.” (TQS. Maryam [19]:34).

Benar! Dalam hal ini, tidak sedikit di antara kaum nasrani (kristen) yang bin­gung dan ragu terkait masalah yesus  ini :

–              Apakah dia itu Allah?

–              Apakah dia itu anak Allah?

–              Atau apakah dia itu salah satu dari yang tiga?

Akan tetapi Allah SWT tiada beranak (dan tiada pula diperanakkan, serta tiada sekutu bagiNya,

“Tiada layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: ‘Jadilah’, maka jadilah ia.” (TQS. Maryam [19]: 35).

Jika Rasulullah, Muhammad bin Abdil­lah SAW menyeru kepada tauhid, maka Isa as juga menyeru kepada tauhid. Di mana Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya te­lah kafirlah orang-orang yang berkata: ‘Se­sungguhnya Allah adalah Al Masih putera Maryam’, padahal Al Masih (sendiri) ber­kata: ‘Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tu­hanku dan Tuhanmu’. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” (TQS. Al-Maid­ah [51: 72).

Jika kaum nasrani (kristen) sekarang ini menyandarkan perkataannya kepada Isa as, bahwa Isa adalah tuhan dan anak Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi, maka Isa as kelak akan menunjukkan bah­wa mereka berbohong dan akan memper­lihatkan kebohongan mereka kepada para pembesar yang menjadi saksi pada hari ki­amat. Di mana Allah SWT berfirman:

“Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: ‘Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: ‘Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?’ Isa men­jawab: ‘Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah menga­takannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak menge­tahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui se­mua perkara yang ghaib’. Aku tidak per­nah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan) nya yaitu: ‘Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu’, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, seIama aku berada di antara mereka. Maka setelah En­gkau wafatkan (angkat) aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala se­suatu.” (TQS. Al-Maidah [5]:116-117).

Mereka yang memper-Tuhan-kan Isa as; mereka yang mengklaim bahwa Isa ad­alah anak Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi; atau mereka yang mengatakan bahwa Allah  adalah satu dari tiga, maka mereka adalah kaum kafir yang sesat dan fasik, di mana -kami sebagai umat yang bertauhid- wajib berlepas diri dari perkataan mereka yang menyesatkan ini. Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya kaf­irlah orang-orang yang mengatakan: ‘Bah­wasanya Allah salah satu dari yang tiga’, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. Maka mengapa mere­ka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya? Dan Al­lah Maha Pengampun lagi  Maha Penyay­ang. Al Masih putera Maryam hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua­-duanya biasa memakan makanan. Perha­tikan bagaimana Kami menjelaskan kepa­da mereka (ahli Kitab) tanda-tanda kekua­saan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari mem­perhatikan ayat-ayat Kami itu).“(TQS. Al-Maidah [5]: 73-75).

Setelah jelas kekafiran mereka yang menyandarkan kebohongan dan kedusta­annya kepada Isa as, dan setelah begitu te­lanjang kesesatannya, maka sampailah pada pertanyaan yang menggugah keyak­inan, adalah apakah diperbolehkan bagi kita -sebagai kaum Muslim- turut bersama kaum kafir dan kristen meravakan hari raya mereka yang terkait dengan ritual keagamaan yang penuh dengan kesyirikan dan kekufuran ini?.

Sesungguhnya hari raya nasrani (kris­ten) termasuk di antara ritual dan periba­datan yang terkait dengan agama. Dalam hal ini, sungguh kaum yahudi dan nasra­ni (kristen) telah dikutuk dan dilaknat, karena mereka telah mengubah dan meng­ganti agama Allah SWT di dalam kitab­Nya. Oleh karena itu, hari raya mereka bagian dari ritual keagamaan mereka yang telah menyimpang.

Hari raya kaum nasrani (kristen) ini,­ wahai umat tauhid, adalah terkait erat den­gan kekafiran yang besar, yang jika hal itu didengar oleh gunung, langit dan bumi, maka dengan mendengar kekufuran itu semuanya benar-benar menjadi pecah dan retak.

“Dan mereka berkata: ‘Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak’. Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mu­ngkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-­gunung runtuh, karena mereka mendakwa Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tu­han Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba. Sesungguhnya Allah telah menen­tukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti.” (TQS. Maryam [19]:88-94).

Jika langit, gunung dan bumi bereaksi dengan reaksi yang begitu menakutkan ini terhadap mereka yang menisbatkan anak kepada Allah SWT. Maka bagaimana den­gan Tuhan kalian -wahai kaum Muslim- ke­tika kalian turut bersama kaum nasrani (kristen) merayakan hari raya mereka, mengucapkan selamat atas kebatilan dan agama mereka yang merupakan simbol keagamaan bagi akidah mereka yang ku­fur dan sesat. Bukankah itu merupakan bentuk pengakuan kalian atas agama mere­ka yang batil?.

Sedangkan yang menunjukkan kepada kalian akan hubungan erat hari raya mere­ka dengan agama mereka yang sesat, adalah adanya hari raya di antara hari raya mereka, di mana masing-masing dari mereka membawa sepiring makanan, dan ke­mudian makanan itu mereka tempatkan di atas meja panjang, selanjutnya mereka membuka semua penutup yang menutupi makanan itu selama satu jam, kurang dari satu jam, atau lebih dari satu jam. Pertan­yaannya, mengapa mereka membuka penutup dari semua makanan yang mere­ka bawa?

Jawaban mereka adalah agar diberkati oleh Tuhan. Siapa Tuhan yang dimaksud? Tuhan yang dimaksud seperti klaim mere­ka adalah yesus, yang datang untuk memberkati makanan mereka dalam memperingati kekufuran. Kemudian mere­ka memakan sesuap makanan yang telah dikuduskan seperti yang mereka klaimkan.

Masalahnya, bagaimana ritual bid’ah yang kufur tersebut tersebar di selain wilayah mereka, dan di selain negara mereka, di negeri-negeri kaum Muslim, misalnya?

Mereka datang ke negeri-negeri kaum Muslim dan mengadakan pesta dengan nama pesta bertopeng (haflah tanakku­riyah). Mereka berkata bahwa pesta ini untuk anak-anak, sebagai hiburan dan per­mainan. Namun sebenarnya -wahai kaum Muslim- sesungguhnya pesta itu adalah penyesatan bagi generasi kaum Muslim yang tertipu dan terperdaya, serta bodoh dan lemah.

Cukuplah Allah menjadi Penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baik Pelin­dung. Sebab mengapa kaum Muslim yang bodoh itu senang turut bersama kaum nas­rani (kristen) dalam merayakan pesta sep­erti ini? Apakah mereka juga percaya dan menyakini tentang turunnya tuhan ye­sus, seperti yang mereka klaim dalam, peringatan ini, untuk memberkati mereka melalui makanan yang mereka berikan ke­pada anak-anak dalam pesta itu? Sungguh ini merupakan kekufuran yang nyata dan jelas. Sehingga tidak ada daya dan kekua­tan kecuali dari Allah SWT.

Al-Hafidz adh-Dhahabi berkata dalam Risalahnya “Tasyabbuhul Khasis bi Ahlil Khamis”: “Jika seseorang berkata, bahwa kami melakukan itu adalah untuk anak-­anak kecil dan wanita?  Maka katakan padanya, bahwa seburuk-buruk keadaan seseorang adalah siapa saja yang senang (rela) keluarganya dan anak-anaknya melakukan apa yang menyebabkan murka Allah SWT.”

Kemudian beliau mengutip perkataan Abdullah bin Amr, semoga Allah merid­hoi keduanya, yang berkata: “Siapa saja yang merayakan tahun baru bagi bangsa persia (nairuz), mengadakan pesta dan hura-hura mereka, serta menyerupai mere­ka hingga meninggal ia masih seperti itu, dan belum juga bertaubat, maka di hari ki­amat ia akan dikumpulkan bersama mere­ka.” (HR. Baihaki. Sedang sanadnya telah dishahihkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah).

Perkataan Abdullah ini menegaskan bahwa perbuatan seperti itu termasuk di antara dosa-dosa besar. Sehingga melaku­kan sedikit dari perbuatan itu akan mem­bawa pada perbuatan yang lebih banyak lagi.

Oleh karena itu, setiap muslim wajib menutup pintu ini mulai dari ujung ram­but hingga ujung kaki, serta menjauhkan keluarga dan anak-anaknya dari melaku­kan perbuatan seperti itu. Selanjutnya, cip­takan kebaikan sebagai kebiasaan, dan jau­hi bid’ah sebagai ibadah.

Dan janganlah mengatakan perkataan orang bodoh: “Dengan ini, aku telah meny­enangkan anak-anakku!”

Apakah sudah tidak ada, wahai Mus­lim, sesuatu yang dapat menyenangkan mereka, selain perbuatan yang menyebab­kan murka Allah, dan diridhoi setan, yaitu simbol-simbol ritual kekufuran dan kesesa­tan?!

Dengan demikian, seburuk-buruk pen­didik adalah engkau, yang membiarkan keluarga dan anak-anaknya terjerumus dalam kegelapan. Cukuplah Allah menja­di Penolong kami, dan Allah adalah sebaik­baik Pelindung.

Sampai di sini dulu kajian kita ini, dan berikutnya akan kami bicarakan tentang hukum ikut serta merayakan hari besar kaum nasrani (hti/rel).

——————————————————–

Sumber : Warta Ummat, 4-10 Januari 2011

Kesimpulan dan saran tindak lanjut :

Artikel ini benar adanya dan benar isinya. Benar pula ajakan Redaksi Warta Ummat, supaya kaum muslimin yang memegang teguh ketauhidan Alloh SWT, janganlah mengikuti perayaan (natal, tahun baru, paskah dan perayaan-perayaan yang lain) kaum nasrani itu.

Keyakinan dan perkataan kaum nasrani yang mengklaim bahwa tuhan yesus yang mereka nisbatkan kepada nabi Isa bin Maryam as adalah anak tuhan bapa yang di surga (Allah),  adalah benar-benar keyakinan dan perkataan yang membuat murka Alloh SWT. Keyakinan dan perkataan kaum nasrani ini identik dengan keyakinan dan perkataan kaum yahudi bahwa Ezra (yang dinisbatkan kepada Nabi Uzair as), adalah anak tuhan Allah.

Keyakinan dan perkataan kaum nasrani dan yahudi itu adalah hasil bisikan iblis dan setan kepada mereka dan menjadikan mereka dan iblis-setan mereka menjadi kuat dalam menyesatkan semua manusia.

Dengan berkumandangnya keyakinan dan perkataan kaum nasrani dan yahudi itu, dengan bantuan dan ridlo iblis-setan, menjadi kuatlah lahiriyah-batiniyah keyakinan sesat mereka, dan hampir-hampir menggoyahkan iman tauhid (cahaya agama dalam dada) kaum muslimin yang masih kuat memegang teguh keimanan mereka.

Sebagaimana yang kaum muslimin ketahui, bahwa setan berjalan melalui aliran darah setiap manusia (hadis Nabi SAW). Maka kaum muslimin yang kuat keimanannyapun mempunyai risiko untuk goyah keimaanannya dan mengikuti setan yang selalu berbisik menggoda itu.

Untuk meminimalkan risiko goyah keimanan kaum muslimin kepada ketauhidan Alloh SWT,  kami sarankan dengan kuat, disamping tidak mengikuti budaya kaum nasrani dan yahudi, juga selalu berdzikir mengucapkan dengan lisan dan hati :

Laa Ilaa ha illallooh, wahdahu laa syarikalah. Muhammadur rasululloh, ‘Uzair bin Imran ‘abdulloh, ‘Isa ‘ibnu Maryam ‘abdulloh wa rasuluhu, Ummu Maryam amatulloh, hiya laisat bi shshohibah. ‘Alaihimu shsholaatullah. Al khoiru kulluhu min Alloh, wa syarru laisa mina Alloh.

Yang artinya : Tiada tuhan selain Alloh, tidak ada sekutu baginya. Muhammad adalah utusan Alloh. Uzair anak Imron adalah hamba Alloh, Isa anak maryam adalah hamba Alloh, maryanm adalah hamba Alloh, Setiap kebaikan dari Alloh, keburukan bukan dari Alloh (tetapi dari hawa nafsu kami yang mengikuti bisikan setan).

Yang kita niatkan untuk membantah ucapan-ucapan mereka yang menghina Allah SWT dan para hambaNya yang dimuliakan.

Kalimat-kalimat yang di-imani dalam hati diucapkan berulang-ulang itu akan menguatkan cahaya (agama) Allah dalam dada kaum muttaqin, sehingga kaum muttaqin itu terhindar dari fitnah iblis, setan, kaum yahudi dan nasrani.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: