Segala Yang Terpuji Dan Indah Bersumber Dari Alloh, Sedang Yang Tercela Carilah Penyebabnya Pada Diri Sendiri

Tafsir Al Mishbah “Ayat Ketujuh Surat Al Fatihah”

Al-Qur’an Mengajarkan Bahwa Segala Yang Terpuji Dan Indah Bersumber Dari Allah Sedang Yang Tercela Carilah Penyebabnya Pada Diri Sendiri

Oleh : M. Quraish Shihab

Melalui redaksi ayat ketujuh (dari Surat Al Fatihah) ini, Allah mengajar manusia agar tidak menisbahkan sesuatu yang berkesan negatif kepada Allah swt.

Ketika berbicara tentang nikmat, secara tegas dinyatakan bahwa sumbernya adalah Allah swt. Perhatikanlah firman-nya: “shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim” (Jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat). Tetapi ketika berbicara tentang murka tidak dijelaskan siapa pelakunya. Ayat ini tidak menyatakan “jalan orang yang telah Engkau murkai”, tetapi “… yang dimurkai”.

Ini karena penganugerahan nikmat adalah sesuatu yang terpuji sehingga wajar disandarkan kepada Allah, sedang murka secara umum dapat dikatakan buruk, karena itu tidak disandarkan kepada Allah swt.  Rasul saw mewasiatkan kepada salah seorang sahabat beliau, “Jangan marah“ (HR Bukhari melalui Abu Hurairah). Al-Qur’an memuji orang-orang yang mampu menahan amarah-Nya dan menjadikan kemampuan ini sebagai salah satu ciri ketaqwaan (QS. Ali ‘Imran [3]: 134).

Al-Qur’an mengajarkan bahwa segala yang terpuji dan indah bersumber dari-Nya sedang yang tercela carilah penyebabnya pada diri sendiri. Perhatikan ucapan Nabi Ibrahim as. yang diabadikan al-Qur’an:

  • “Apabila aku sakit maka Dia yang menyembuhkanku” (QS. Asy Syu’araa’ [26]: 80).

Karena penyakit adalah sesuatu yang buruk ia tidak dinyatakan sebagai dari Allah namun kesembuhan yang merupakan sesuatu yang terpuji, maka dinyatakan bahwa Allah yang menyembuhkan.

Sekali lagi, baca firman Allah dalam surah Al-Kahfi yang mengisahkan perjalanan Nabi Musa as. bersama seorang hamba pilihan Allah.

Ketika sang hamba Allah itu membocorkan perahu, dia berucap: “Aku hendak merusaknya” (ayat 79). Ini karena pembocoran perahu adalah sesuatu yang tampak buruk tetapi ketika ia membangun kembali tembok yang hampir rubuh, maka redaksi yang digunakannya adalah “maka Tuhanmu menghendaki” (ayat 82) karena amat jelas sisi positif dari pembangunan itu, dan ketika dia membunuh seorang bocah dengan maksud agar Tuhan menggantinya dengan yang lebih baik, redaksi yang digunakannya adalah “maka kami berkehendak” (ayat 81). Kehendak dia (hamba Allah) adalah pembunuhan dan kehendak Tuhan adalah penggantian anak dengan yang lebih baik.

Karena itu, jika ada sesuatu yang tidak berkenan di hati maka hendaklah di cari penyebabnya dari diri manusia.

  • “Apa saja nikmat yang engkau dapatkan maka ia adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri” (QS. An-Nisa'[4]:79).
  • “Allah tidak menganiaya mereka tetapi mereka yang menganiaya diri mereka sendiri” (QS. Ali ‘Imran [3]:117).

Murka yang menimpa mereka, penyebabnya adalah diri mereka sendiri, sehingga di hari kemudian nanti hati mereka pun bergejolak penuh kebencian dan kemurkaan terhadap diri mereka walaupun murka Allah lebih besar dari murka mereka itu.

  • “Sesungguhnya orang-orang yang kafir diserukan kepada mereka (pada hari kiamat): Sesungguhnya murka Allah (kepadamu) lebih besar daripada murka kamu kepada dirimu sendiri karena kamu diseru untuk beriman lalu kamu kafir” (QS. Al-Mu’min [40]:10).

Ayat ini menegaskan “bukan jalan orang-orang yang dimurkai” walau sebelumnya telah dimohonkan agar dibimbing dan diantar menuju jalan orang orang yang diberi-Nya nikmat.

Penegasan ini agaknya dimaksudkan agar para pemohon tidak mengalami apa yang dialami oleh umat lain yang telah dianugerahi Allah hidayat, tetapi mereka menyimpang sehingga mendapat murka dan dinilai sebagai orang-orang sesat, sebagaimana halnya orang-orang Yahudi dan Nasrani.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: