Keberhasilan Pembangunan untuk Siapa?

Inilah.com Selasa, 4 Januari 2011,

Keberhasilan Pembangunan untuk Siapa?

INILAH.COM, Jakarta – Koalisi dinilai sebagai upaya untuk mencapai keberhasilan. Namun nyatanya, kesejahteraan rakyat makin menjauh dan demokrasi hanya menjadi alat.

Menko Ekuin dan Ketua Umum DPP PAN Hatta Rajasa menekankan, koalisi dalam konteks sistem presidensial harus dimaknai sebagai upaya mencapai keberhasilan pemerintah yang telah dipilih rakyat.

Hanya saja, masih belum jelas keberhasilan untuk siapa? Sepanjang 2010, ekonomi rakyat kian merosot. Pasar-pasar tradisional tersingkir dan mal-mal merajalela. Ekonomi kecil dan usaha rakyat dimangsa ekonomi korporat dan konglomerat.

“Semua itu terjadi karena liberalisasi ekonomi yang berpihak kepada konglomerasi. Kebijakan Mendag Marie Elka Pangestu berpihak ke konglomerasi,” kata Airlangga Hartarto, anggota DPR.

Sri Palupi MA, Ketua Institute for Ecosoc Rights, menyatakan, neoliberalisme di era SBY-Boediono gagal mensejahterakan rakyat. Dalam konteks nasional, fakta kemiskinan menunjukkan setiap tahun ada 5 juta perempuan meninggal saat melahirkan (satu jam 2 orang ibu) dan 1,67 juta anak balita menderita busung lapar.

Kemiskinan mempengaruhi semua aspek kehidupan baik itu pendapatan, konsumsi, pendidikan, nutrisi, air, sanitasi, kesempatan kerja, partisipasi sosial politik dan kesehatan termasuk ketidakadilan gender. Sebut saja kasus busung lapar. “Perempuan mendapatkan makanan terakhir. Pertama, bapak, lalu anak,” ujar Sri Palupi,

Menurut tradisi manapun, perempuan diminta mendahulukan suami dan anak. Itulah alasannya kenapa kasus busung lapar lahir dari ketidakadilan gender. “Bayangkan saja ibu-ibu hamil dengan makanan yang tidak memadai.”

Pada level politik, menurut pengamat politik Ray Rangkuti, ada kecenderungan dalam berkoalisi juga terjadi akuisisi politik dari satu partai ke partai lainnya, dalam berkoalisi juga terjadi kooptasi hak-hak partai politik dan anggota parlemen di DPR.

Menurutnya, situasi ini yang membuat politik nasional dan ekonomi dalam negeri menegang. “Ada kecenderungan kuat saat ini demokrasi dijadikan sekedar alat mencapai tujuan, bukan nilai untuk mencapai kesejahteraan,” ujarnya. Akankah sepanjang 2011, situasi ini berubah? [mdr

Sumber : http://ekonomi.inilah.com/read/detail/1110912/keberhasilan-pembangunan-untuk-siapa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: