Manusiakah Kita?

MANUSIAKAH KITA?

Oleh : Fathimatuz Zahra

 

Mengapa tulisan ini diawali dengan sebuah judul yang sangat mendalam? Hal ini terinspirasi oleh petuah para sholihin (yakni orang-orang sholeh yang telah wafat dan berada pada barisan Rasuulullaah SAW di alam yang dinamai alam mughoyabad barzakhun laa yabghiyan) bahwa manusia selalu diingatkan dalam Al-Qur’an Surat Yaasin ayat 60 mengenai syaithan sebagai musuh yang nyata dalam kehidupannya.

“Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu”,”

Begitu pula yang terjadi pada masa sekarang ini? Berbagai kerusakan terjadi di bumi ini. Hal ini sangat berbeda dengan kehendak Allooh dalam firmanNya melalui malaikat Jibril yang diamanatkan pada Rasuulullaah SAW, bahwa manusia itu fitrahnya adalah hidup sebagai kholifah (supir untuk dirinya), serta hanya ditugaskan untuk beribadah kepada Allooh SWT.

Maka siapakah kita, ketika terjadi berbagai kerusakan di bumi ini? Tidak lain lagi, hampir semua ayat al-Qur’an menyatakan bahwa kerusakan hanya disebabkan oleh la’natullooh yakni syaithan. Tiap kali membaca al-Qur’an diawali dengan ta’awudz yang artinya memohon pertolongan pada Allooh dari godaan syaithan yang tak akan pernah selesai sampai manusia mengikutinya. Maka sangat jelas bahwa kerusakan disebabkan karena syaithan yang menyetir seorang manusia untuk bertindak. Maka sangat jelas bahwa belum menjadi seorang manusia, apabila belum meniru apa yang dilakukan pemimpin seluruh umat manusia yakni Rasuulullaah SAW, dengan dibersihkan oleh malaikat Jibril segala pengaruh syaithan dalam dirinya hingga tujuh kali sepanjang kehidupan beliau. Maka beliau mampu menerima wahyu terbesar serta terjaga hingga saat ini. Bagaimana dengan umatnya?

Meniru tauladan Raasuululllaah SAW, maka semua umat manusia harus membersihkan dirinya dari segala rekayasa syaithan yang ada dalam dirinya. Berbagai bacaan doa diberikan oleh sekian ulama untuk menutup rekayasa syaithan, namun banyak pertanyaan yang muncul pada diri orang tersebut mengapa kehidupannya tidak berubah? Selalu diiringi dengan kegelisahan. Jawabnya tak lain tak bukan, setiap bacaan doa itu pada haqnya adalah bagus, namun birokrasi keasliannya dari Rasuulullaah yang hilang dalam bacaan tersebut. Serta pada diri hamba tersebut terdapat syaithan yang siap menangkap doa tersebut untuk menguatkan dirinya. Hal inilah yang menyebabkan fitnah qubur yakni ibadah yang dilakukan seorang hamba tidak menjadi nilai amal di hadapan Rasuulullaah, penggambaran ini terlihat dalam novel Robohnya Surau Kami karya Ajip Rosidi.

Jadi membersihkan diri seorang manusia dari rekayasa syaithan tidak hanya untuk membuka kehidupan dunianya saja, namun juga untuk bekal di alam qubur yang lebih utama. Berkat perjuangan seorang hamba yang juhala’ wa dhulama’, maka beliau mendapatkan haq izin dari Rasuulullaah melalui Sulthonul Aulia untuk mengambil rekayasa syaithan dalam diri manusia melalui ilmu player, yakni syaithan tersebut dimasukkan dalam “wadah penjara” di hamba-hamba yang menjadi santri beliau, lalu setiap umat dapat mengorek apa saja yang telah dicuri oleh syaithan tersebut dalam diri umat tersebut. Bukan seperti kebanyakan ruqyah maka ruqyah ruhaniah ini syaithan tersebut dimasukkan dalam penjara Sulthon Auliya Syaikh ‘Abdul Qadir al-Jailani, sehingga syaithan yang telah tertangkap tersebut tidak menggoda lagi seorang umat. Namun, kepekaan umat tersebut meningkat, sehingga syaithan lain yang masih ada di seluruh dunia ini bergantian ingin masuk ke dalam diri tersebut. Maka, karena kita merupakan umat biasa, keteraturan serta kepekaan diri bahwa rekayasa syaithan harus diperangi dengan jalan tersebut secara rutin. Jika Rasuulullah dengan tujuh kali, itupun oleh malaikat Jibril serta langsung diberikan wahyu, maka kita sebagai umatnya tentu harus lebih dari tujuh kali. Di sinilah sebenarnya makna “Hidup itu adalah perjuangan”, kita hidup ditugaskan (sebagai khalifah) untuk melawan rekayasa syaithan. Sebagaimana yang telah dilakukan oleh para Nabi, Shahabat, dan Aulia’, sehingga beliau mempunyai nama yang dikenang hingga sekarang tidak lain hanya karena keberkahan perjuangan beliau-beliau.

Perjuangan melawan syaithan ini menjadi penting karena pada haqiqahnya setiap manusia diciptakan dari Nuur Rasuulullaah SAW, serta sebagai khalifah setiap manusia diberikan mandatnya masing-masing, mandat ini berupa Nuur Rasuulullaah, setelah rekayasa syaithan dibersihkan baru mandat ini dapat terlihat. Namun, mandat sifatnya perjuangan seorang hamba untuk mempertahankannya jadi mandat ini masih dapat ditelikung oleh syaithan sebagaimana dengan kasus berbagai doa yang masuk ke alam syaithan tersebut. Seorang hamba menjadi manusia setelah mandat bersatu dengan muthmainahnya, hal ini yang disebut dengan nuurun ‘ala nuurin. Hal ini terdapat pada para wali yang haq, yakni yang sejak zaman dahulu telah memproklamirkan sebagaimana syahadat yang telah didawamkan sejak masa Rasuulullaah SAW :

LAA ILAAHA ILALLAAH WAHDAHU LAA SYARIIKALAH, MUHAMMADUR RASUULULLAAH, ‘UZAIR BIN ‘IMRON ‘ABDULLOOH, ‘ISAA BIN MARYAM ‘ABDULLOOH, UMMU MARYAM ‘AMATULLOOH, HIYA LAISAT BISHOHIBAH, ALAIHIMU SHOLAATULLOOH, ALAIHIMU SALAAMULLOOH SYAIKH ‘ABDUL QODIIR WALIYULLOOH, IMAM GHAZALI WALIYULLOOH, IMAM MAHDII WALIYUULLOOH, ‘ALAIHIMU RIDWANULLOOH.

Lalu bagaimana dengan kita umat-umatnya? Marilah berjuang untuk menjadi manusia dengan mengenali diri kita (Iqro’ kitabak) mulai dari alam jawarih, aqliah, sukma, qolbu, sirr, dhomir, akhfa, serta imam masing-masing pribadi. Tahapan ini terdiri dari lapis hewan, warna dan bentuk. Serta hawa nafsu yang terdiri dari amarah, lawamah, mulhamah, dan sawiyah. Setelah itu, maka ilmu laduni akan masuk dengan pendaftaran iman melalui kalimat syahadat di atas.

Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat bagi penulis sebagai seorang hamba yang berlumur dosa untuk mengingatkan perjuangan di jalan beliau, penuh liku namun tidak sulit, bukan di jalan syaithan yang mudah namun menyakitkan dan menyulitkan pada akhirnya.

Satu Tanggapan

  1. Terimakasih dg adanya tulisan ini kami bisa banyak belajar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: