Al-Islam adalah Jalan yang Lurus

MENUJU KE JALAN LURUS AL-ISLAM DAN MENANGKAL FITNAH KAUM YAHUDI,  NASRANI DAN KESESATAN LAIN

Bismillaahirrohmaanirrahiim,

Alhamdulillaahirobbil ‘aalamiin,

Asyhadu an laa ilaaha illalloh, wahdahu laa syarikalah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuululluh, wa anna nabiyulloh ‘Uzair bin Imron ‘abdulloh wa hayaatuh, wa anna nabiyullioh ‘Isa ibnu Maryam ‘abdulloh wa rosuuluh wa kalimatuhu al qoohaa ilaa Maryama wa ruhu minhu, wa Ummu Maryam amaatulloh, wa jannaata wannaaro haq.

Ashsholaatu wassalam ‘alaa Rasuulillah Sayyidinaa Muhammad bin Abdillah wa ‘alaa jami’il anbiyaa wal mursalin wa alihi wa ashhabihi ajma’iin.

Al Fatihah Ummul Qur’an (Induk Al Qur’an)

Alloh SWT telah memberikan suatu petunjuk sekaligus doa melalui Nabi Muhammad SAW, suatu petunjuk dan doa yang utama, yang tertulis dalam surat Al Fatihah:

Ihdinashiroothol mustaqiim, syirootholladziina an’amta ‘alaihim, ghoiril maghdzuubi ‘alaihim wa ladldloolin. Amin. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Jalan Lurus Al Islam (Iman-Islam-Ihsan)

Jalan yang lurus adalah jalan sesuai dengan iman yang bertauhid meng Esakan Alloh SWT secara mutlak dan menjalankan syariat agama Islam yang sesuai dengan petunjuk Alloh dan RasulNya dengan ihsan (beribadah seakan-akan melihat Alloh atau meyakini dilihat oleh Alloh)  Jalan lurus yang sempurna adalah jalannya orang-orang yang secara mutlak menaati perintah Alloh dan Rasul-Nya (sami’na wa atho’na), mereka itu akan bersama-sama dalam satu jamaah dengan orang-orang yang telah dianugerahi nikmat oleh Alloh, yaitu: nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shaleh (TQS An-Nisa 69).

“Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Alloh, yaitu: nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shaleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya”.

Orang-orang yang mengikuti jalan lurus adalah orang-orang yang beriman dan bertaqwa kepada Alloh SWT (muttaqin), dengan sebenar-benar taqwa dan menetapkan iman tauhidnya, dengan hati, lisan dan perbuatannya, sesuai dengan surat Al Ikhlas, Katakanlah: “Dia-lah Alloh, Yang Maha Esa. Alloh adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan”.

Alloh SWT, melalui surat Al Ikhlas ini, memerintahkan kepada kaum muttaqin, untuk menegakkan kalimat atau minimal selalu mengatakan tanpa rasa sungkan, malu atau takut, bahwa Alloh itu Maha Esa, tempat bergantung segala sesuatu dan tidak beranak dan diperanakkan, walaupun orang-orang kafir/musyrik/munafik tidak menyukainya.

Hal ini adalah bagian dari permohonan kepadaNya supaya ditunjukkan ke jalan yang lurus dan bukan jalan yang dimurkai Alloh dan bukan jalan yang sesat.

Barang siapa mencari agama selain agama Al-Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi (TQS Ali Imran/3:85).

Jalan yang Dimurkai dan Sesat

Jalan yang dimurkai Alloh dan jalan yang sesat adalah jalannya orang-orang Yahudi dan Nasrani yang tidak beriman kepada ke Esaan Allah, termasuk jalannya orang-orang yang beragama selain Al Islam dan jalannya orang-orang yang tidak beragama atau atheis.

Kemusyrikan dan kemungkaran Yahudi dan Nasrani yang terutama adalah meyakini dan mengatakan bahwa Tuhan mempunyai anak dan istri, tertulis dalam Al-Qur’an Surat Maryam/19:88-90 :

Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: “Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak, Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwa Alloh Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba.

Kemusyrikan mereka tertulis pula dalam Al-Qur’an Surat At-Taubah/9:30-33 :

Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putra Alloh” dan orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putra Alloh”. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Alloh-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling? Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Alloh, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Alloh dari apa yang mereka persekutukan. Mereka berkehendak memadamkan nur Alloh, cahaya (agama) Alloh, dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Alloh tidak menghendaki selain menyempurnakan nur Nya (cahaya-Nya), walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.

Keyakinan dan ucapan-ucapan kaum Yahudi dan Nasrani (disadari atau tidak disadari oleh mereka) dimaksudkan (terutama oleh Iblis dan para setan pengikutnya) untuk memadamkan cahaya (agama) Alloh, yaitu Al Islam di dalam dada kaum muttaqin. Allah SWT tidak membiarkannya terjadi, tetapi Dia mengutus RasulNya dengan petunjuk dan Al Islam yang benar agar dimenangkannya atas segala agama, walaupun kaum  Yahudi dan Nasrani itu tidak menyukainya. Iblis dan para setan pengikutnya telah bermaksud menghina Allah dan para NabiNya dengan ucapan-ucapan kaum Yahudi dan Nasrani itu.

Mereka (kaum Yahudi dan Nasrani) menyanyikan dalam lagu-lagu rohani mereka, yang isinya adalah penghinaan kepada Alloh dan para NabiNya itu, setiap hari Sabtu, Ahad dan hari-hari lain yang mereka anggap penting untuk itu.

Kaum Yahudi dan Nasrani menyiarkan millah (sistem/agama) secara tersembunyi mereka melalui sistem-sistem duniawi, berupa sistem ekonomi moneter berbasis ribawi, kapitalisme, komunisme, liberalisme. Mereka juga menyebarkan penyakit rohani mereka melalui makanan (food), hiburan (fun), mode pakaian (fashion), dan produk budaya lain yang dianggap modern. Penyakit rohani yang merasuki tubuh kaum muslim itu memperbesar kotoran hawa-nafsu dan sifat syaitoniyah, sehingga menipislah keimanan-ketauhidannya dan akibatnya menjadikan mereka menipis keimanannya dan enggan dalam menjalankan syariat Islam sepenuhnya.

Produk-produk yang bersifat Yahudi dan Nasroni adalah bukan hanya produk yang secara langsung mereka hasilkan, tetapi juga produk-produk yang dibuat oleh kaum muslim, tetapi melupakan bahan-bahan yang halal dan thoyib serta proses-proses yang tidak menggunakan aturan sunah Nabi. Proses-proses yang tidak thoyib itu termasuk penggunaan pengawet, perwarna, perasa dan bahan-bahan lain yg berbahaya. Proses-proses yang melupakan sunah Nabi adalah proses-proses produksi yang melupakan dzikir kepada Allah SWT.

Kaum Nasrani menyiarkan agama mereka secara terang-terangan dengan mengambil kesempatan dengan banyaknya kemiskinan dan kebodohan.  Kemiskinan dan kebodohan ini adalah akibat dari para penguasa negeri muslim yang menerapkan sistem Yahudi & Nasrani itu di negeri-negeri muslim.

Kampanye terselubung dan terang-terangkan yang mereka lakukan itu, bertujuan  memadamkan cahaya (agama) Allah dalam diri dan masyarakat kaum muslim. Dengan surut atau kecilnya cahaya Allah itu dalam diri dan masyarakat kaum muslim, surut pula kekuatan untuk melepaskan diri dari perbudakan atau penjajahan millah (agama/sistem/sifat) Yahudi, Nasrani dan/atau sifat-sifat syaitoniyah. Dengan tidak adanya atau minimumnya perlawanan dari kaum muslim, perbudakan terhadap diri pribadi setiap muslim dan penjajahan terhadap masyarakat muslim menjadi semakin kuat. Alih-alih melawan, sebagian diantara kaum yang mengaku muslim tetapi munafik, telah membantu kampanye terlaksananya millah Yahudi & Nasrani.

Bantahan Nabi Isa ‘alaihissalam

Nabi Isa ‘alaihisalam pun membantah kemungkaran dan kemusyrikan kaum Yahudi dan Nasrani itu dan tertulis dalam Al-Qur’an Surat Al-Maa’idah/5:116-117:

Dan (ingatlah) ketika Alloh berfirman: “Hai Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Alloh?” Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib-gaib”.

Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan) nya yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau angkat aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.

Perintah Nabi Isa ‘alaihissalam kepada Para Pengikutnya

Untuk itu Nabi Isa a.s meminta kepada para pengikutnya untuk menolong menegakkan agama Alloh Al Islam, sebagaimana tercatat dalam Al-Qur’an Surat Ali Imran/3:52.

Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani Israel) berkatalah dia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?”. Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: “Kami lah penolong-penolong (agama) Alloh. Kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.

Perintah Alloh dan Nabi Muhammad sholallohi ‘alaihi wassalam kepada Pengikutnya

Alloh dan Nabi Muhammad SAW telah meminta kepada umatnya, yaitu kaum yang beriman, bertaqwa dan berama salih untuk menolong menegakkan agama Alloh Al Islam, yang telah tertulis dalam Al Qur’an Surat Muhammad/47:7:  

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Alloh, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.

Sebagaimana juga terekam dalam Al-Qur’an Surat Ash Shaff/61:14

Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong-penolong (agama) Alloh sebagaimana Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Alloh?” Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: “Kami lah penolong-penolong agama Alloh”, lalu segolongan dari Bani Israel beriman dan segolongan (yang lain) kafir; maka kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang.

Dan Hadis Nabi sebagai berikut :

Hadis Nabi SAW yang diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud r.a., bahwasanya Rasululloh SAW. bersabda:

“Tiada seorang nabipun yang diutus oleh Alloh sebelumku, Muhammad SAW, melainkan ia mempunyai beberapa orang hawari (penolong atau pengikut setia), dari kalangan ummatnya, juga beberapa sahabat, yang mengambil teladan dengan sunnahnya serta mentaati perintahnya. Selanjutnya sesudah mereka ini,  beberapa orang pengganti mereka, yang suka mengatakan apa yang tidak mereka lakukan, bahkan juga melakukan apa yang mereka tidak diperintahkan (para penyeleweng). Maka barangsiapa yang berjuang melawan mereka itu (yakni para penyeleweng dari ajaran-ajaran nabi yang sebenarnya ini), dengan tangan atau kekuasaannya, maka ia adalah seorang mu’min, barangsiapa yang berjuang melawan mereka dengan lisannya, iapun seorang mu’min dan barangsiapa yang berjuang melawan mereka dengan hatinya, juga seorang mu’min, tetapi jikalau semua itu tidak (dengan tangan, lisan dan hati), maka tiada keimanan samasekali sekalipun hanya sebiji sawi.” (HR. Muslim)

Menolong Agama Alloh

Menolong agama Alloh artinya memperkuat keimanan, keislaman & keihsanan diri dan kaum muslim, serta  bertindak melawan kemunkaran dan kemusyrikan yang dilakukan oleh kaum Yahudi dan Nasrani, yang dibantu oleh teman-teman mereka dari kalangan setan manusia dan jin.

Memperkuat keimanan, keislaman & keihsanan diri dan kaum muslim dilaksanakan dengan cara yang santun dan tidak anarkis dan sesuai dengan tingkat kekuatan lahiriyah kaum muslim.

Keimanan diperkuat dengan menghayati dan mendawamkan membaca surat Al Ikhlas, serta kalimat-kalimat thoyibah : Laa Ilaa ha illallooh, wahdahu laa syarikalah. Muhammadur rasululloh, ‘Uzair bin Imran ‘abdulloh, ‘Isa bin Maryam ‘abdulloh wa rasuluh, Ummu Maryam amatulloh, hiya laisat bi shshohibah. ‘Alaihimu shsholaatullah. Al khoiru kulluhu min Alloh, wa syarru laisa mina Alloh. Yang diniatkan untuk melakukan bantahan kepada faham kemusyrikan Yahudi dan Nasrani.

Mengurangi atau menghilangkan sama sekali dalam mengkonsumsi produk-produk food, fun dan fashion Yahudi & Nasroni, dan kau kafir yang lain akan memperlemah sifat syaitoniyah dalam diri yang ditimbulkan oleh produk-produk itu. Pelemahan sifat syaitoniyah dalam diri akan memperkuat semangat dalam menjalankan sepenuhnya syariat Islam dan semua sunah-sunah Nabi SAW.

Pelaksanaan sepenuhnya syariat Islam dan semua sunah-sunah Nabi SAW akan menyebabkan iman dan benteng pertahanannya semakin kuat, sehingga ihsan akan tercapai sebagai buah dari iman dan keikhlasan amal salih.

Apabila bantahan terhadap kemusyrikan Yahudi & Nasrani itu hanya dipendam dalam hati, karena khawatir mereka tidak suka, maka keimanan kepada keEsaan Allah sangatlah kecil.  Keimanan yang kecil itu tidak akan cukup kuat menahan serangan dan kampanye kemusyrikan Yahudi & Nasrani yang dilakukan secara lahiriyah dan secara batiniyah dilakukan oleh setan-setan pendukung mereka.

Ketidak relaan Iblis (Musuh kaum yang bertaqwa)

Bila kaum muslim sudah memulai perjalanannya menuju ke jalan yang lurus Al Islam, Iblis dan para setan pengikutnya, dari bangsa jin dan manusia, tidak akan rela kepada para muttaqin yang mengikuti dan menolong agama Allah Al Islam sebagai jalan yang lurus :

Al Qur’an Surat Al A’raf/7:16 : Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus”.

Al Qur’an Surat Al Isra’/17:62 : Dia (iblis) berkata: “Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil”.

Kaum Yahudi dan Nasranipun tidak rela :

Al-Qur’an Surat Al-Baqarah/2 :120, “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti millah (sistem kehidupan/agama) mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.

Keuntungan yang dicapai dalam mengikuti dan menolong agama Alloh Al Islam sebagai jalan yang lurus

Hasil yang akan dicapai oleh kaum yang beriman, beramal salih dan bertaqwa kepada Alloh SWT, dengan menolong agama Alloh adalah  janji Allah, sesuai dengan dalil-dalil berikut :

Hadis riwayat Ubadah bin Shamit ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda:

Barang siapa bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya dan bersaksi bahwa (Nabi Uzair adalah hamba Alloh), Nabi Isa as. adalah hamba Alloh dan utusanNya , serta kalimat-Nya yang dibacakan kepada Maryam dan dengan tiupan ruh-Nya, bahwa surga itu benar dan bahwa neraka itu benar, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga sesuai dengan amal perbuatannya. (HR. Muslim)

Hadis yang diriwayatkan oleh Syekh Hamzah Ghozali dari bapaknya Ahmad Musa Nasiruddin dari Bapaknya Syekh Abdul Qadir Jailani, dari Imam Ali bin Abu Thalib,  ia berkata:

Rasulullah saw. bersabda: Lima kalimat yang digantungkan pada Arsy, yang tidak diucapkannya oleh hamba-hamba Allah (pria dan wanita), kecuali Allah telah menuliskan baginya: ibadah selama seribu tahun dan menghapuskan baginya dosa seribu tahun dan Allah memudahkan baginya sakaratul maut dan mengumpulkanny ke dalam golongan para siddiqin. Kalimat itu adalah : Laa Ilaa ha illallooh wahdahu laa syarikalah. Muhammadur rasululloh, ‘Uzair bin Imron ‘abdulloh, ‘Isa ‘ibnu Maryam ‘abdulloh wa rasuluhu, Ummu Maryam amatulloh, hiya laisat bi shshohibah. Al khoiru kulluhu min Alloh, wa syarru laisa min Alloh, yang artinya : Tiada Tuhan selain Alloh, yang Maha Esa dan tidak ada sekutu baginya, Muhammad utusan Alloh,  Uzair bin Imran hamba Alloh, Isa bin Maryam hamba dan utusanNya, Ummu Maryam hamba perempuna Alloh dan dia bukan istriNya. Kebaikan selalu dari Alloh, dan keburukan bukan dari Alloh. (HR. Hamzah Ghozali).

Penangkal fitnah dari Iblis, setan dan pengikutnya kaum Yahudi dan Nasrani

Untuk itu bagi kaum mukmin yang bertaqwa kepada Allah SWT, dan membutuhkan penangkal fitnah dari Iblis, setan dan pengikutnya kaum Yahudi dan Nasrani, diwajibkan menghidupkan cahaya (agama) Allah, dengan mendawamkan bacaan :

Laa Ilaa ha illallooh, wahdahu laa syarikalah. Muhammadur rasululloh, ‘Uzair bin Imron ‘abdulloh, ‘Isa ‘ibnu Maryam ‘abdulloh wa rasuluh, Ummu Maryam amatulloh, hiya laisat bi shshohibah. ‘Alaihimu shsholaatullah. Al khoiru kulluhu min Alloh, wa syarru laisa mina Alloh.

Yang kita niatkan untuk membantah ucapan-ucapan mereka yang menghina Allah SWT dan para hambaNya yang dimuliakan.

Kalimat-kalimat yang diimani dalam hati diucapkan itu akan menguatkan cahaya (agama) Allah dalam dada kaum muttaqin, sehingga kaum muttaqin itu terhindar dari fitnah Iblis, setan, kaum Yahudi dan Nasrani.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: