Inilah Berita-Artikel Yang Bisa Dipercaya : Kenangan Bersama Muammar Qaddafy

Sebagian berita mengenai Libya dan Muamar Qaddafy (almarhum) yang sampai kepublik adalah berita yang besumber dari kantor berita barat, seperti AP, AFP, Reuters, BBC dsb. Biasanya berita dari barat mengenai Muamar Qaddafy (almarhum) sangat negatif, tidak pernah diberitakan sisi positifnya.

Contoh kalimat berita di Koran Republika Jumat, 21 Oktober 2011 yang bersumber dari BBC : “Berakhir sudah petualangan mantan pemimpin Libya Muamar Qadafi”. Seorang pemimpin negara yang memperjuangkan dan mempertahankan negaranya dari penjarahan asing dikatakan “petualang”.

 

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (TQS Al Hujuraat/49:6).

 

Alloh SWT memperingatkan kepada supaya memeriksa dengan teliti berita dari orang fasik, apalagi berita dari orang kafir,  lebih-lebih berita dari kaum yg sesat dan dimurkainya. Sikap dasar mukmin bila mendengar berita dari barat, atau dari kaum kafir, seharusnya adalah jangan dipercaya dulu sebelum ada bukti yang membenarkannya.

 

Tetapi ternyata Koran Republika selama tiga hari berturut-turut memuat artikel yang mengesankan lebih positif kepada pribadi Almarhum Muamar Qaddafy .

Artikel ini berdasarkan wawancara dengan Ustaz Muhammad Arifin Ilham, Mantan ketua umum Pengurus Pusat Muhammadiyah  Buya Ahmad Syafi’i Maarif dan Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Hasyim Muzadi

 

Kita mengetahui bahwa beliau-beliau itu bukan pribadi yang suka berbohong, sehingga bisa dikatakan berita ini bisa dipercaya.

 

 

Sabtu, 22 Oktober 2011 pukul 08:24:00

Imam Shalat Pengetuk Kalbu

Kenangan Bersama Qadafi (Bagian 1)

Oleh Mohammad Akbar

Senja baru saja menyelimuti langit Tripoli, Libya. Di satu sudut kota, di sebuah lapangan terbuka, ribuan massa tumpah ruah. Mereka semua berdiri membentuk barisan berbanjar. Rupanya, ritual shalat Maghrib sedang dilakukan di areal terbuka.

Sebagian besar lelaki menangis. Air mata mereka mengalir bukan karena sedih meratap, tapi karena mendengar lantunan ayat Alquran yang dibaca penuh khidmat. Ustaz Muhammad Arifin Ilham mengingat suara imam itu berintonasi rendah, namun seperti mampu menerabas relung hati yang mendengarnya.

Ada semacam ketukan yang terasa dalam setiap kali sang imam membacakan ayat suci Alquran itu. Lantunannya juga tak tergesa-gesa. Bagi Arifin, suara bacaan imam shalat bagaikan seorang manusia senja yang sedang mengajak dialog anaknya dengan penuh kasih sayang.

Sang imam adalah penguasa Libya Muamar Qadafi, memimpin shalat Maghrib bagi ribuan orang di lapangan Tripoli. Peristiwa itu terjadi sekitar Februari 2011, menjelang gonjang-ganjing politik yang membakar negeri itu dan akhirnya meruntuhkan kekuasaan rezim Qadafi yang telah berkuasa selama 42 tahun.

Kenangan itu masih saja membekas dalam ingatan pemimpin Majelis Zikir Az Zikra di Sentul, Bogor, Jawa Barat, itu. ”Saya sampai ikut menangis juga,” kenang Arifin ketika berbincang dengan Republika, Jumat (21/10) siang. Dia mengaku tidak hanya sendirian menangis karena dari barisan shaf-shaf jamaah di dekatnya terdengar pula isakan tangis.

Saat itu shalat Maghrib dijamak (digabung) dengan shalat Isya. Mungkin itu adalah shalat terpanjang yang pernah dialaminya karena menghabiskan waktu dari seusai mentari tenggelam sampai waktu Isya tiba. ”Arifin menangis bahagia karena melihat ada pemimpin dunia yang bisa memimpin shalat dengan bacaan yang sepanjang ini. Suaranya juga seperti orang berdialog, pendek-pendek.”

Ritual itu menjadi lama, kata pemimpin Majelis Zikir Az Zikra ini, karena dalam satu rakaat Qadafi mampu melantunkan ayat Alquran hampir satu juz. ”Kalau tak salah pernah dalam satu rakaat itu sampai 140 ayat dari surah al-Baqarah,” ujar Arifin.

Arifin tidak hanya sekali saja mendapat kesempatan menjadi makmum dengan imam shalatnya adalah Qadafi. Kali pertama Arifin menjadi makmum shalat dengan imam Qadafi terjadi sekitar tiga tahun silam, saat kali kedua menyambangi Libya. Sebelum shalat dimulai, Qadafi biasanya melakukan proses pengislaman. Saat di Tripoli, ada 456 mualaf yang membaca syahadat, kebanyakan berasal dari suku-suku di Afrika.

Arifin mengaku sudah tiga kali diundang ke Libya. Kunjungan pertamanya terjadi sekitar 2005 walau tak sempat bertemu Qadafi. Namun, kenangan shalat Maghrib berjamaah di Tripoli itu memang menjadi yang terakhir. Sang imam yang dianggap rakyatnya sebagai tiran itu telah tewas setelah dua bulan bertahan menghadapi gempuran pasukan oposisi revolusioner di kota kelahirannya, Sirte, Kamis (20/10).

Meski sudah tiga kali berkunjung, namun Arifin mengaku tidak pernah berbicara empat mata dengan Qadafi. Pertemuannya dengan lelaki gurun itu hanya selintas saja. Walau hanya bertemu sekelebatan saja, tapi Arifin tetap menyimpan kesan mendalam.

Selain soal imam shalat, Arifin juga melihat sosok Qadafi jauh dari kesan arogan. Ia menceritakan bagaimana pengawalan terhadap Qadafi jauh dari umumnya pengawalan pejabat di Indonesia. Meski tak terlalu ingat berapa jumlah pastinya, ia menaksir jumlah pengawal Qadafi setiap kali datang ke sebuah acara kurang dari 10 orang.

Para pengawalnya juga murah senyum, tidak bersikap kaku layaknya pengawal pejabat di negeri ini. ”Yang pasti tidak seperti di negara kita kalau presiden mau datang. (Pengawalan) Qadafi tidak ketat. Tidak ada juga metal detector,” ujar Arifin. ”Pengawalannya tidak rumit. Kalau kita mau bunuh, (sepertinya) bisa langsung.”

Ia memang sempat menyinggung perihal pengawal Qadafi yang berasal dari perempuan. Namun, Arifin menyangkal jika Qadafi adalah penggemar pengawal perempuan cantik. ”Mungkin mata Arifin yang salah. Tapi, kayaknya sih nggak cantik, biasa-biasa saja. Badannya malah kekar-kekar. Mereka juga nggak pegang senjata.”

Selain pengawalan yang begitu terbuka, Arifin juga melihat sosok Qadafi itu terbilang unik. Dari mana sisi uniknya? Salah satunya adalah pakaian berlapis yang berwarna cokelat kekuningan yang selalu dilihatnya dalam dua kali pertemuan.

Lantas sebagai sosok pemimpin, kata Arifin, Qadafi juga menunjukkan sikapnya yang tegas terhadap para musuh umat Islam. Ia menyebut sikap Qadafi terhadap Amerika Serikat dan Yahudi yang mengabaikan hak bangsa Palestina ditunjukkan dari pidatonya dalam bahasa Arab.

”Dia bisa berbicara lembut tetapi juga bisa begitu berapi-api. Biasanya kalau sudah berapi-api, dia bicara soal Yahudi dan Amerika yang membombardir Palestina. Itu yang membuat dia marah sekali.”

Arifin juga mengakui, Qadafi tergolong sosok yang dermawan. Dua kali datang ke Libya, dua kali pula ia melihat acara serah terima kunci pembangunan Islamic Centre maupun masjid di berbagai penjuru dunia. Salah satu masjid sumbangan Qadafi di Tanah Air adalah Masjid Muammar Qaddafy yang dibangun di atas tanah seluas lima hektare di Sentul, Bogor. Semua biaya pembangunan yang menghabiskan anggaran lebih dari Rp 40 miliar berasal dari Libya.

Awalnya, masjid seluas 1.200 meter persegi itu hendak diberi nama Masjid Az-Zikra. Namun, atas inisiatif Arifin, masjid itu akhirnya diberi nama Muammar Qaddafy. ”Jadi, nama masjid itu bukan permintaan beliau dan juga bukan permintaan Lembaga Dakwah Libya. Ini sebagai ucapan terima kasih atas jasa beliau,” katanya.

Terlepas dari kesan positif yang pernah terpatri di hati, Arifin tetap tidak mau mengultuskan sosok Qadafi. ‘‘Tentunya setiap orang itu tak lepas dari kesalahan dan kekurangan. Tapi, inilah kesan yang Arifin tangkap dari beliau. Semoga beliau bisa diterima dengan baik di sisi-Nya,” kata Arifin memanfaatkan harapan. n ed: rahmad budi harto

Sumber : http://republika.co.id:8080/koran/0/146032/Imam_Shalat_Pengetuk_Kalbu

 

————————————————————————————————————

 

Republika, Senin, 24 Oktober 2011

Harus Sabar Bertemu Sang Kolonel

Esthi Maharani

Kenangan Bersama Qadafi (Bagian 2)

Untuk bertemu dengan sosok Muamar Qadafi ternyata tidak mudah. Layaknya pimpinan berbagai negara, ada prosedur dan pengamanan ketat yang diberlakukan. Tetapi, hal yang paling perlu disiapkan adalah waktu.

Mantan ketua umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Ahmad Syafi’i Maarif menceritakan beberapa pertemuannya dengan tokoh yang berkuasa di Libya selama kurang lebih 40 tahun ini. Pertemuan pertama terjadi pada 1999. Saat itu, Syafi’i mendampingi Amien Rais yang menjabat ketua MPR.

“Memang kami bertemu, tapi itu harus benar-benar ekstrasabar karena waktu untuk bertemu susah ditentukan,” kata Syafi’i kepada Republika, akhir pekan lalu.

Pernah suatu kali, pertemuan dengan ‘Sang Kolonel’ sudah diagendakan pukul 08.00 malam waktu setempat. Setelan jas lengkap sudah dipakai. Namun, tiba-tiba pertemuan dibatalkan. Harus menunggu lagi dan lagi. Bahkan, seringkali tidak ada kejelasan. Sambil menunggu waktu pertemuan disusun lagi, tak jarang tamu-tamu kehormatan, termasuk rombongan dari Indonesia berjalan-jalan dulu di Libya.

Sebelum bertatapan langsung dengan pimpinan yang naik tampuk kekuasaan dengan menyingkirkan Raja Idris ini, pun mesti melalui pemeriksaan ketat. Pengamanannya berlapis-lapis. “Banyak yang aneh dari pimpinan Libya ini,” kesan Syafi’i saat pertama kali bertemu.

Qadafi memiliki nama lengkap Muamar Abu Minyar al-Qadafi dan memimpin Libya sejak 1969. Jabatan yang disandangnya bukan merupakan jabatan resmi, tetapi ia menyandang ”Guide of the First of September Great Revolution of the Socialist People’s Libyan Arab Jamahiriya” atau ”Brotherly Leader and Guide of the Revolution”.

Unik dan lucu adalah dua kata yang sering diungkapkan Syafi’i begitu ditanya mengenai sosok Qadafi setelah beberapa kali bertemu dengannya. Penilaiannya itu disimpulkan dari cara Qadafi berperilaku sehari-hari, mulai dari cara berpakaian hingga pemikiran. Sang pemimpin Libya itu selalu menganggap dirinya intelek, meski temperamennya sering kali mengejutkan dan membuat orang bungkam.

Menurut Syafi’i, cara berpakaian Qadafi cukup nyentrik dan khas untuk ukuran pimpinan negara Islam. Para pengamat fesyen, menyebut pakaian yang dikenakan Qadafi diadopsi dari pakaian suku-suku di Afrika. Belum lagi, ia sangat menyenangi tinggal di dalam tenda. Tapi, tenda miliknya bukan sembarang tenda, melainkan tenda ajaib berwarna-warni yang sangat mewah.

Konon, tenda yang dilengkapi dengan hiasan mewah itu selalu dibawanya setiap berkunjung ke mancanegara. Keunikan lain yang dikatakan Syafi’i adalah pengawal-pengawal wanita yang selalu ada di samping Qadafi.

Setidaknya, ia memiliki 40 pengawal wanita yang kerap disebut masih perawan, memiliki keahlian bela diri, menembak, dan ditempa di akademi khusus. Qadafi sendirilah yang memilih mereka untuk berada di samping dan melindunginya. Para perempuan ini direkrut dari negara Ukraina, Kuba, dan Afrika.

Sedangkan dari segi pemikiran, Syafi’i mengaku sedih dan geli. Terlebih lagi saat pertemuan dengan Qadafi itu membahas pemikiran Islam, terutama Muhammadiyah di Indonesia.

“Saya berdialog dengan dia dan apa yang saya sampaikan dipahami dengan baik. Dia mengapresiasi perkembangan Islam di Indonesia,” tuturnya.

Tak ada sikap resistan atau percakapan yang alot antara para pimpinan Islam dari Indonesia dan Qadafi waktu itu. Qadafi memahami konsep Islam secara utuh.

Yang disayangkannya, implementasi dari nilai-nilai Islam tak diterapkan dalam kehidupan nyata, termasuk dalam pengelolaan ketatanegaraan di Libya. Menurut dia, Qadafi lebih memilih menyimpan uangnya dan hidup lebih ‘sederhana’ dibandingkan harus menyejahterakan dan mengikuti keinginan rakyatnya.
(Catatan AsSalyan: kalau keinginan rakyat yg berdasarkan hawa-nafsu tentunya tidak perlu diikuti. Keinginan rakyat yg berdasarkan hawa-nafsu itu sering disebabkan oleh tayangan-tayangan media massa dari barat).

“Saya sudah memprediksikan dan mengatakan rezim Qadafi akan segera berakhir,” ujar Syafi’i. Seharusnya, Qadafi bisa melihat keinginan rakyat atas dirinya. Syafi’i menyatakan pemimpin jangan memaksakan untuk terus berkuasa, padahal rakyat sudah menolak secara terang-terangan.

Bukan hanya itu, pemikiran uniknya tergambar saat Qadafi mendorong warga negara lain untuk melakukan pemberontakan kepada pemerintahan negaranya.

Qadafi memberikan bantuan uang untuk melakukan tindakan revolusioner, termasuk bantuan pendidikan militer. ed: budi raharjo

Sumber : http://koran.republika.co.id/koran/0/146132/Harus_Sabar_Bertemu_Sang_Kolonel

——————————————————————–

Republika, Rabu, 26 Oktober 2011

Nyentrik dan Hormat pada Ulama

Nashih Nasrullah

Kenangan Bersama Qadafi (Habis)

Sudah sepekan mantan pemimpin Libya Muamar Qadafi menemui ajalnya di tangan milisi revolusioner Dewan Transisi Nasional (NTC). Kematiannya hingga kini masih menyisakan pertanyaan karena Qadafi ditangkap dalam kondisi hidup-hidup di kota kelahirannya, Sirte.

Tetapi, bayangan kesederhanaan tokoh yang memimpin Libya sejak 1969 ini masih membekas di benak Sekretaris Jenderal Konferensi Ulama dan Cendekiawan Muslim se-Dunia (ICIS) Hasyim Muzadi. Sosok Qadafi di mata pria kelahiran Tuban, Jawa Timur, itu tidak terbius dengan gemerlap materi dan kekayaan yang dimilikinya.

Qadafi, kata Hasyim, masih sering tidur di bawah tenda yang didirikan tidak permanen. Tempat itu ia pilih ketimbang istananya yang juga jauh dari kesan mewah. ”Ia pribadi sederhana,” kata Hasyim kepada Republika, Selasa (25/10).

Pimpinan Pondok Pesantren Al Hikam, Depok, Jawa Barat, ini pernah bertatap muka dengan Qadafi dan diterima hangat di kantornya yang terletak di Ibu Kota Tripoli. Pertemuan itu berlangsung dua kali pada 2005 dan 2006. Dalam pertemuan itu, Hasyim dan Qadafi membicarakan perkembangan dunia, terutama masalah yang dihadapi umat Islam.

Saat bertemu dengannya, tak tertangkap kesan Qadafi yang kerap digambarkan media Barat selama ini sebagai pribadi yang keras dan sulit diajak bicara. Pada pertemuan kedua bahkan perbincangan berjalan begitu mengalir. ”Kami saling memberikan pandangan soal solusi masalah yang dihadapi dunia Islam,” ungkapnya mengenang kembali pertemuan tersebut.

Kesan singkat yang dilihat Hasyim, Qadafi adalah sosok yang cakap dan menguasai ilmu agama. Ini tergambar pula dari ratusan kitab keagamaan klasik ataupun kontemporer yang tersimpan di rak buku di ruang kerja Qadafi. Menurut Hasyim, Qadafi memang berwatak keras, tetapi ia luluh di hadapan para ulama. ”Ia tetap tawaduk,” ujarnya.

Mantan ketua umum PBNU ini juga mengingat Qadafi sebagai sosok yang nyentrik. Ia lawan arogansi dan hegemoni Barat. Namun pada saat bersamaan, mantan pemimpin tertinggi Libya itu membiarkan anaknya berdagang dengan pebisnis Barat. Ia membedakan dirinya dengan Barat dalam tiga hal, yaitu budaya, agama, dan politik.

Bagi Qadafi, nyentrik seakan telah menjadi bagian hidup sehari-harinya. Hasyim menceritakan kisah batalnya kedatangan pendiri Islamic Call Society itu ke Indonesia beberapa tahun silam. Sempat ketika masih menjabat sebagai Ketua Umum PBNU, Hasyim mengundangnya datang ke Tanah Air.

Sang Kolonel mengajukan dua syarat, yakni seluruh ormas Islam diundang dan meminta kesempatan berkhotbah di Masjid Istiqlal. ”Permintaan itu sulit dipenuhi, tapi juga memperlihatkan bahwa ia memang nyentrik,” kata Hasyim.

Menurut Hasyim, Qadafi mungkin banyak melakukan kesalahan. Tetapi, ia tidak seburuk citra yang dilekatkan media Barat.

Wasiat Qadafi

Sebelum menemui ajalnya, Qadafi rupanya telah menulis surat wasiat yang dititipkan kepada kerabatnya di Sirte. Dalam surat wasiat yang tidak disebut tanggal pembuatannya itu, ia mengungkapkan keinginan terakhirnya kepada rakyat Libya. Pria yang menguasai Libya selama 42 tahun ini menjelaskan alasan tindakannya selama ini dilakukan semata-mata untuk melindungi negaranya dari cengkeraman negara-negara Barat.

Berikut isi surat wasiat Qadafi, seperti yang ditulis BBC. ”Ini adalah kehendakku. Aku, Muamar bin Muhammad bin Abdussalam bin Humaid bin Abu Manyar bin Humaid bin Nayil al Fuhsi Qadafi, bersumpah bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad SAW adalah Nabi Allah. Aku berjanji bahwa aku akan mati sebagai Muslim.”

“Jika harus dibunuh, aku ingin dikubur, sesuai dengan ritual Islam, dalam pakaian yang kupakai pada saat kematianku dan tubuh yang tidak dimandikan, di pemakaman di Sirte, di samping keluarga dan kerabatku. Aku ingin keluargaku, khususnya perempuan dan anak-anak, diperlakukan dengan baik setelah kematianku.”

“Rakyat Libya harus melindungi identitas, prestasi, sejarah, dan citra terhormat leluhur dan pahlawannya. Rakyat Libya jangan menyia-nyiakan pengorbanan dari orang-orang bebas dan terbaik. Saya meminta para pendukung saya untuk melanjutkan perlawanan dan memerangi setiap agresor asing terhadap Libya, hari ini, besok, dan selalu.”

“Biarkan orang-orang di dunia mengetahui bahwa kita bisa saja menawar lebih dan menjual kepada negara asing sebagai imbalan untuk kehidupan pribadi yang aman dan stabil. Kami menerima banyak tawaran itu. Tetapi, kami memilih untuk berada di garda depan konfrontasi sebagai simbol tanggung jawab dan kehormatan.”

“Bahkan, jika kami tidak segera memperoleh kemenangan, kami akan memberikan pelajaran kepada generasi mendatang bahwa memilih untuk melindungi bangsa adalah suatu kehormatan. Sedangkan menjualnya kepada asing adalah pengkhianatan terbesar dan sejarah akan mengingat selamanya meskipun akan ada upaya untuk memutarbalikkan kenyataan kepada kalian.”  ditto pappilanda ed: budi raharjo

Sumber : http://koran.republika.co.id/koran/14/146299/Nyentrik_dan_Hormat_pada_Ulama

 

Wahai Para Pemimpin Negara, Belajarlah dari Negeri Cina Dalam Hal Pertanian

Belajar dari Negeri Cina

Oleh: Ahmed Joe Hara
Pemerhati Pertanian

Menurut jurnal Food Price Watch edisi Februari 2011, harga pangan global rata-rata naik 15 persen?  Dan tahukah Anda, bahwa saat ini, terjadi kondisi dimana harga beras melambung hingga mencapai harga tertinggi se­panjang sejarah negeri ini, lebih di atas Rp 7.000 per kilogram untuk kualitas terendah. Disamping itu, menurut jurnal yang sama, bahwa tidak hanya beras yang mengalami kenaikan, tapi juga bahan pangan sereal dan biji-bijian meningkat sam­pai 238 point di pasar komoditi dunia, atau setara enam persen dari harga sebelumnya.

Berbagai kenaikan harga bahan pangan ini, dapat kita rasakan di pasar dalam berbagai bentuk. Mi­salnya, roti yang biasa kita beli Rp 8.000 per pack sekarang menjadi Rp 8.250, atau mungkin bentuknya mengecil, seperti yang dilakukan oleh para perajin tahu Sumedang. Mereka ‘menyesuaikan’ ukuran tahu produknya dengan cara memperke­cil satu centimeter setiap sisinya. Begitu juga dengan tempe. Wa­laupun ukurannya mungkin tidak ber­ubah. Namun, komposisi antara ke­delai dan campuran lainnya (biasa­nya jagung menir, kulit kedelai re­bus, dan parutan singkong) semakin sama besar.

Indonesia sebagai negara agraris, saat ini, masih menjadi pengimpor pangan yang cukup massif, untuk kebutuhan nasional tahun ini. Namun, Indonesia berencana akan kembali mengimpor beras sebesar 1,75 juta ton. Jika ini terealisasi, maka Indonesia dengan jumlah pen­duduk 237,4 juta merupakan impor­tir beras terbesar kedua di dunia.

Bukan hanya beras, ketergantungan pemenuhan kebutuhan pangan nasional utama lainnya terhadap impor juga cukup besar. Ini seperti terjadi pada kedelai (70 persen), garam (50 persen), daging sapi (23 persen) dan jagung (11,23 persen). Terigu? 100 persen kebu­tuhan nasional didapat dengan impor, jumlahnya kurang lebih 5,6 juta ton pada 2010 lalu.

Di samping itu, ekspor produk pertanian Indonesia, saat ini, dido­minasi oleh minyak nabati, karet alam dan kakao. Diprediksi, dalam beberapa tahun ke depan, Indone­sia akan menjadi penyuplai terbesar dunia untuk minyak nabati. Hal ini ditandai dengan terus menerusnya perluasan lahan tanaman sawit dari 5,7 juta hektare di tahun 2005 menjadi 7 juta hektare di tahun 2008, dan diperkirakan mencapai kurang lebih 11 juta hektare di tahun 2012.

Namun bisnis ini (sawit ini) bukanlah milik rakyat. Rakyat sebagian besar hanya menjadi buruh petani saja. Bisnis ini milik segelintir ‘taipan’ Indonesia, pemilik modal besar, dan bisnis ini yang menghantarkan para pengusahanya menempati posisi orang-orang terkaya versi Forbes 2010.

Di antara gebyar Forbes bagi para miliarder Indonesia, di sisi lain, ma­sih terdapat banyak penduduk yang hidup di level kemiskinan. Walau­pun, sampai saat ini, masih banyak polemik mengenai klasifikasi dan penentuan serta metode yang digu­nakan untuk memberi predikat mis­kin bagi 31,1 juta atau 50 juta atau berapa juta rakyat Indonesia,  yang perlu (adalah) segera dibuat strategi tepat guna untuk mengangkat mereka dari lubang kemiskinan.

Percepatan implementasi solusi bagi rakyat untuk beranjak dari ke miskinan, memerlukan waktu karena bukan persoalan mudah. Namun, keberhasilan dan kecepatan dalam mengurangi jumlah orang miskin, sangat bergantung kepada pilihan strategi dan kebijakan yang harus ditentukan oleh pemerintah.

Contoh yang paling tepat pada kasus yang sama adalah Cina. Cina yang memulai pembangunan ekono­mi pada akhir 1970 an, telah berha­sil menurunkan angka kemiskinan dengan sangat drastis sehingga pada 2004 menjadi hanya 10 per­sen dari sekitar 64 persen pada tahun 1981. Bahkan, pada 2007, jumlah penduduk miskin dengan pendapatan kurang dari 2 dollar AS per hari hanya tinggal tujuh persen. Bandingkan dengan di Indonesia yang pada 2009 jumlahnya masih sebesar 59 persen (Hendri Saparini, Kompas.Com, Januari 2011).

Cina mengawali pembangunan dengan membangun desa, khusus­nya sektor pertanian. Dengan konsentrasi orang miskin di pedesaan dan mengembalikan kaum urban di kota-kota besar kembali ke desa masing-making, pembangunan per­tanian menjadi solusi tepat karena tidak mensyaratkan SDM dengan pendidikan dan keterampilan yang tinggi.

Indonesia semestinya dapat menarik pelajaran dari pengalaman Cina. Apalagi lebih dari 65 persen orang miskinnya berada di desa dan hampir separuhnya hingga, saat ini, hanya memiliki tingkat pendidikan maksimal SD.

Sampai saat ini pun produk pertanian Cina masih men­dominasi pasar bahan pangan dunia.

Program pemerintah yang sedang dalam tataran pembahasan maupun yang telah masuk dalam implemen­tasi, sebaiknya ditinjau ulang. Teru­tama pada kesesuaian aspek ekono­mi, kondisi lahan, permintaan pasar, karakteristik masyarakat dan terutama para implementatornya (dinas-dinas terkait).

Bukan cerita yang dikarang-karang, jika banyak terjadi kegagalan pada program bi­dang pemberdayaan dan pengen­tasan kemiskinan, di mana kega­galan ini lebih disebabkan oleh di­nas-dinas terkait bersama kontraktornya, bukan disebabkan oleh ma­syarakatnya. Pemerintah pusat di­tuntut untuk mampu bekerja cepat, tepat dan cerdas untuk mengurai de­ngan tepat persoalan-persoalan ini.

Meski pemerintahan SBY- Boe­diono mengklaim telah berhasil me­nurunkan angka pengangguran hing­ga mencapai 7,1 persen, data BPS menunjukkan bahwa selama enam tahun pemerintahannya, 41 persen lapangan pekerjaan yang tercipta adalah sektor jasa kemasyarakatan. Seperti jasa reparasi, jasa umum dan kebersihan, bukan pada sektor industri pengolahan dan pertanian yang akan mendorong penciptaan nilai tambah dan pendapatan ma­syarakat. Kegagalan pemerintahan SBY-Boediono dalam menciptakan lapangan kerja produktif ini pula yang mengakibatkan jumlah pekerja tidak penuh terus meningkat dari 31,1 juta orang pada 2008 menjadi 33,3 juta orang pada 2010.

Tidak ada cara untuk mengha­puskan kemiskinan dan meningkat­kan kesejahteraan masyarakat ke­cuali dengan menciptakan lapangan kerja, yang langsung berada di kan­tong-kantong kemiskinan. Artinya, penciptaan lapangan kerja pada wi­layah dengan konsentrasi besar masyarakat miskin. Jika kantong­-kantong kemiskinan berada di desa, maka lapangan pekerjaan yang dapat diciptakan adalah sektor per­tanian, peternakan, perikanan/ne­layan dan jasa produksi melalui pe­nerapan teknologi tepat guna. Da­lam pengentasan kemiskinan serta peningkatan nilai tambah dari jasa pengolahan, maka pertanian de­ngan semua Industri turunannya masih menjadi solusi terbaik untuk saat ini dan sampai kapanpun,

Bela­jarlah dari negeri Cina

Sumber : Koran Republika, Rabu 16 Maret 2011.

Geliat Organisasi Islam di Amerika

Republika, Minggu, 02 Januari 2011 pukul 13:29:00

Geliat Organisasi Islam di Amerika

Oleh Heri Ruslan

Geliat organisasi dan institusi Islam di Amerika berawal dari munculnya komitmen kaum Muslim terhadap agamanya.

Pada awalnya, para pendatang Muslim di Benua Amerika tak terorganisasi. Para imigran Muslim awal itu lebih fokus mencari penghidupan yang layak di Amerika dan akan segera kembali ke tanah kelahirannya. Perlahan namun pasti, kesadaran untuk berorganisasi dan membangun komunitas Muslim akhirnya muncul.

Organisasi Islam yang kini mencapai 2.300 buah dan 1.300 di antaranya berupa masjid dan pusat keislaman berawal dari kelompok kecil yang biasa menunaikan shalat berjamaah. Lalu, terbentuklah sebuah komunitas. Terlebih, menurut John L Esposito dalam Ensiklopedi Oxford Dunia Islam Modern, mengungkapkan, geliat organisasi dan institusi Islam di Amerika berawal dari munculnya komitmen kaum Muslim terhadap agamanya.

“Padahal, pada awal abad ke-20 M, imigran Muslim yang datang dari Timur Tengah lebih berorientasi sekuler daripada keagamaan. Akhir-akhir ini, komitmen mereka berubah drastis,” papar Esposito. Inisiatif dan keinginan komunitas Muslim di Amerika untuk memiliki dan mendirikan masjid dimulai pada 1920. Sejak itulah organisasi dan institusi Islam bermunculan di negeri Paman Sam itu.

Organisasi dan institusi Islam di Amerika Serikat (AS) paling tidak terbagi ke dalam tiga bentuk, yakni organisasi dakwah, organisasi perjuangan politik, dan organisasi kemanusiaan.  Ketiga bentuk organisasi itu berperan sesuai dengan fungsinya masing-masing.  Berikut beberapa organisasi Islam yang berkiprah di Amerika.

Organisasi Dakwah

Islamic Society of North Amerika (ISNA)
ISNA adalah organisasi Islam terbesar di AS. Organisasi ini berbasis di Plainfield, Indiana, AS.  Cikal-bakal ISNA berasal dari organisasi pelajar Muslim yang dibentuk pada 1953. ISNA membentuk organisasi sendiri pada 1982.  Organisasi itu menguasai 27 persen masjid di Amerika dan pada 2008 memiliki 400 ribu anggota.

American Society of Muslim (ASM)

ASM adalah asosiasi yang didominasi komunitas Afrika-Amerika. Organisasi Islam itu  menjadi yang terbesar kedua di Amerika. Sebanyak 19 persen masjid di AS berafiliasi pada organisasi yang didirikan Warith Deen Muhammad–setelah ia mengambil kendali Nation of Islam pada tahun 1975.

Islamic Circle of North America (ICNA)
ICNA adalah organisasi Islam terbesar ketiga di AS. Organisasi ini secara formal berdiri pada 1971, namun telah mulai beraktivitas sejak 1968. ICNA dibentuk oleh imigran Muslim dari Asia Selatan-Pakistan dan India. Organisasi ini lebih konservatif dibandingkan ISNA.

The Islamic Supreme Council of America (ISCA)
ISCA adalah organisasi yang tak terlalu besar. Organisasi ini menghimpun umat Islam yang mempraktikkan tasawuf.

The Islamic Assembly of North America (IANA)
IANA merupakan salah satu organisasi dakwah Islam terkemuka di Amerika Serikat. Pascaperistiwa 11 September 2001, organisasi ini meningkatkan dakwahnya untuk mematahkan dan mengikis Islamofobia lewat Texas Dawah dan  Almaghrib Institute.

Organisasi Politik

The Council on American-Islamic Relations (CAIR)

CAIR merupakan organisasi Islam terbesar yang bergerak dalam membela dan memperjuangkan hak-hak asasi umat Islam di Amerika. Organisasi itu bertujuan untuk mempromosikan citra positif Islam dan Muslim di Amerika. Organisasi itu tak henti-henti membela umat Islam yang mengalami diskriminasi dan dilanggar hak asasinya.

The Muslim Public Affairs Council (MPAC)
MPAC merupakan organisasi Islam yang bergerak dalam bidang politik dan pelayanan publik. Organisasi yang berbasis di Los Angeles itu berdiri pada 1988 itu bertujuan untuk mempromosikan identitas Muslim Amerika, mengembangkan organisasi akar rumput yang efektif, serta melatih generasi penerus Muslim.

MPAC juga bekerja untuk mempromosikan citra yang akurat tentang Islam dan umat Islam di media massa dan budaya popular, serta mendidik publik Amerika (baik Muslim maupun non-Muslim) tentang Islam, membangun aliansi dengan masyarakat yang beragam dan memupuk hubungan dengan pembuat keputusan dan opini.

Organisasi Kemanusiaan

Inner-City Muslim Action Network (IMAN)
IMAN adalah salah satu organisasi Islam terkemuka yang bergerak dalam bidang kemanusiaan. Organisasi ini memiliki visi  bahwa Islam  adalah  bagian dari proses yang lebih besar untuk memberdayakan individu dan masyarakat untuk kemajuan kemanusiaan.


Islamic Relief USA

Ini adalah cabang dari Islamic Relief Worldwide di Amerika. Islamic Relief merupakan organisasi bantuan dan pembangunan internasional. Organisasi itu bertujuan untuk  meringankan penderitaan, kelaparan, buta huruf, dan penyakit di seluruh dunia tanpa memandang warna kulit, ras,  serta keyakinan. Organisasi itu fokus pada proyek-proyek pembangunan; proyek bantuan darurat, seperti memberikan bantuan kepada para korban Badai Katrina, anak yatim; dan proyek-proyek musiman, seperti distribusi makanan selama bulan Ramadhan.

Berkembang Begitu Pesat
“Islam merupakan salah satu agama penting bagi orang-orang Amerika,” ungkap John L Esposito. Betapa tidak. Islam telah menjadi agama yang berkembang pesat di negeri Paman Sam itu. Jumlah pemeluk Islam di negeri itu telah mencapai jutaan jiwa.

Tak ada angka yang pasti tentang jumlah umat Islam di Amerika Serikat (AS). Ensiklopedi Oxford  memperkirakan jumlah Muslim sekitar tiga sampai empat juta. American Religious Identification Survey pada 2008 menyebut 1,3 juta jiwa. Lembaga Pew Research Center pada 2009 menyebut 2,5 juta jiwa.

Sedangkan,  Encyclopedia Britannica pada 2004 memperkirakan jumlah pemeluk Islam di AS mencapai 4,7  juta jiwa.  US News & World Report pada 2008 menyebut populasi umat Islam sebanyak 5 juta jiwa. Namun, organisasi Islam terkemuka di negara itu menyatakan pada 2010 umat Islam telah mencapai 7 juta jiwa.

Tak hanya itu, umat Islam di Amerika pun memiliki ribuan institusi Islam, seperti  masjid, pusat studi, dan sekolah yang tersebar di sepanjang benua. Muslim Amerika secara ras berasal dari komunitas yang beragam. Mayoritas Muslim  di negara itu adalah kulit putih, Asia Selatan, dan Arab.

Selain itu, juga ada yang berasal dari etnis Turki, Iran, Bosnia, Melayu, Indonesia, Afrika barat, Somalia, Kenya, serta dari Amerika Latin. Pew Forum dalam sebuah survei yang dilakukan pada 2007 menyebutkan, Muslim di AS terdiri atas 37 persen kulit putih, 24 persen kulit hitam, 20 persen Asia, dan 15 persen dari Arab. Sisanya dari berbagai etnik lain di dunia.

“Masyarakat Muslim di Amerika Utara bertambah melalui imigrasi, perpindahan agama, dan kelahiran baru,” papar Esposito. Pada tahun-tahun mendatang, kata dia, jumlah Muslim di AS bisa mengalahkan jumlah penganut Yahudi.

Umat Islam terkonsentrasi di berbagai kota besar, seperti New York City, Chicago, Los Angeles, dan Houston. Muslim Amerika telah turut berperan dalam membangun negeri adidaya itu. Mereka berperan penting di berbagai bidang kehidupan.

Sumber :

http://koran.republika.co.id/koran/0/126275/Geliat_Organisasi_Islam_di_Amerika

Nabi Isa bin Maryam Mematahkan Salib di Akhir Jaman

Bulan Desember dalam kalender masehi adalah bulan dimana dirayakan hari natal atau hari yang diyakini sebagai kelahiran tuhan yesus kristus. Peringatan natal ini bila dilihat dalam pandangan mukasyafah, terlihat perayaan para setan menghina Nabi Isa bin Maryam yang dihinakan sebagai anak Tuhan Allah, perayaan ini juga berarti penghinaan kepada Ibu Maryam yang dihinakan sebagai istri Tuhan Allah. Penghinaan-penghinaan itu pada dasarnya adalah penghinaan kepada Alloh SWT. Kaum yang beriman kepada Ke Maha Esaan, ketauhidan Alloh SWT, tentunya tidak membiarkan penghinaan ini terus berlangsung. Apabila seorang yang mengaku muslim membiarkan penghinaan ini dan malahan rela dan menikmati perayaan ini, berarti orang tersebut masih belum beriman kepada ketauhidan Alloh SWT. Tetapi dengan situasi dan kondisi kaum yang beriman kepada Ke Maha Esaan, ketauhidan Alloh SWT saat ini, ketidakrelaan terhadap penghinaan-penghinaan ini perlu dikelola dengan sebaik-baiknya, supaya tidak menjadikan kerugian yang besar bagi kaum yang beriman itu. Tindakan mencegah dan memberantas penghinaan-penghinaan itu tidak boleh didasari oleh hawa nafsu. Pencegahan dan pemberantasaan penghinaan-penghinaan itu haruslah berdasarkan perintah Alloh SWT melalui RasulNya, serta melalui WaliNya. Pencegahan dan pemberantasaan penghinaan-penghinaan itu secara fisik yang berdasarkan perintah Alloh SWT melalui RasulNya akan dilakukan oleh Imam Mahdi RA dan Nabi Isa bin Maryam AS, berdasarkan sabda Nabi dalam hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah SAW. bersabda: Demi Zat yang menguasai diriku. Sungguh, telah dekat waktunya Isa bin Maryam turun kepada kalian untuk menjadi hakim yang adil. Dia akan mematahkan salib, membunuh babi dan tidak menerima upeti. Harta akan melimpah, sehingga tak seorang pun mau menerimanya (Shahih Muslim).

Perintah Alloh melalui RasulNya dan para Walinya saat ini untuk pencegahan dan pemberantasaan penghinaan-penghinaan itu masih berupa tindakan batiniyah/ruhaniyah yang perlu dilakukan oleh setiap mukminin dan mukminat.

Dalam rangka pencegahan dan pemberantasaan penghinaan-penghinaan itu berupa tindakan batiniyah/ ruhaniyah dan juga menyongsong kedatangan Imam Mahdi R.A. dan Nabi Isa bin Maryam A.S. di akhir jaman ini, wajib hukumnya bagi setiap mukmin untuk melaksanakan pekerjaan utama yang diridloi Alloh SWT., sebagaimana yang akan dilaksanakan oleh Nabi Isa bin Maryam. Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, Nabi Isa bin Maryam A.S akan melakukan :

  1. Menjadi Hakim yang adil, artinya untuk umat Islam adalah :  setiap muslim diharuskan menjadi hakim yang adil, baik untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat sesuai dengan kedudukannya. Pikirkan, selesaikan, dan putuskan semua masalah dan perkara dengan seadil-adilnya, sesuai dengan Al Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW.
  2. Mematahkan salib, artinya untuk umat Islam adalah :  salib adalah simbol penghalang kepada jalan yang lurus, salib adalah simbol jalan yang dimurkai oleh Alloh SWT dan yang sesat, salib adalah simbol kemusyrikan yang paling munkar, yaitu menuduh Alloh SWT mempunyai anak dan istri. Untuk itu setiap muslim diharuskan mematahkan dan menghancurkan simbol salib yang ada dalam diri masing-masing, dengan cara membuat salib (dengan kayu atau bahan lain yg mudah dipatahkan) dan kemudian dipatahkan dan dihancurkan dan dibakar, sebagai simbol membantah kemusyrikan. Untuk saat ini, umat Islam dilarang melakukan perbuatan anarkis tanpa perintah Khalifah Rasulillah, yaitu mematahkan salib milik non muslim atau salib bukan miliknya sendiri. Besar dan jenis material simbol salib yang ada dalam diri, mencerminkan besar dan nilai potensi kemusyrikan dalam diri seseorang. Misalnya besarnya salib satu meter, dengan bahan dari emas. Besar dan jenis material simbol salib itu dapat dilihat oleh seorang hamba Alloh SWT yang mendapat anugerah mukasyafah atau melihat ke dalam alam batin manusia. Tahapan awal dalam proses mematahkan dan menghacurkan salib dala diri itu, dimulai dengan meyakini, meyakinkan dan menanamkan keyakinan dalam diri, bahwa : Nabi Uzair bin Imron adalah hamba Alloh, Nabi Isa bin Maryam adalah hamba Alloh, Ibu Maryam adalah hamba Alloh. Keberhasilan keyakinan dalam diri itu dapat dilihat oleh hamba Alloh yang bermukasyafah dengan melihat seberapa besar dan dari bahan apa sisa salib itu di dalam diri seseorang.
  3. Membunuh babi, artinya untuk umat Islam adalah, babi adalah simbol sifat binatang yg haram dimakan, yang rakus (tamak), walaupun babi adalah binatang ternak yang jinak (bahaimiyah). Sifat babi ini seharusnya dibuang dari diri manusia sejati. Binatang lain yg sifatnya lebih baik adalah binatang ternak yg halal dimakan, tetapi tetap tidak seharusnya manusia bersifat bagai binatang ternak itu. Sifat binatang yg lebih buruk adalah binatang buas. Binatang buas itu selain tamak, juga sombong dan suka membunuh yag lain untuk memuaskan nafsu makannya (subaiyah). Makhluk yang paling buruk sifatnya adalah setan, yang suka mencelakakan manusia dan jin sebagai kesukaannya (syaithoniyah). Semua sifat binatang dan setan itu seharusnya dibuang dari diri manusia, sehingga manusia menjadi bersifat rabbaniyah, yaitu sifat manusia yang bertaqwa dengan sebenar-benar taqwa. Bentuk-bentuk ruhani manusia yg bersifat binatang atau setan itu dapat dilihat oleh hamba Alloh yang bermukasyafah. Tahapan awal dalam proses mengalahkan dan menghilangkan bentuk ruhaniyah yg bersifat binatang atau setan itu adalah dengan pengakuan diri penuh dengan dosa dan kedzloliman, dengan banyak ber istighfar dan ber iktorob (robbanaa dzolamnaa anfusanaa ….. dst. doa nabi Adam AS). Keberhasilan proses mengalahkan dan menghilangkan bentuk ruhaniyah yg bersifat binatang atau setan itu dapat dilihat oelh hamba Alloh yang yang bermukasyafah, masih adakah atau sudah tergantikan dengan bentuk cahaya yang menerangi alam-alam batiniyah manusia itu.
  4. Tidak menerima upeti, artinya untuk umat Islam adalah, upeti adalah pemberian kepada yang sedang berkuasa. Upeti ini termasuk suap, tidak boleh diterima oleh manusia sejati yang sedang memegang kekuasaan apapun. Dengan suap atau upeti ini manusia penerima upeti bisa melakukan perbuatan yang melanggar aturan.

Urutan langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh muslim yang menginginkan menjadi manusia sejati yang bertaqwa dengan sebenar-benar taqwa kepada Alloh SWT, berdasarkan hadis di atas adalah :

  1. Membunuh babi dan sejenisnya.
  2. Mematahkan salib.
  3. Tidak menerima upeti.
  4. Menjadi hakim yang adil.

Proses menjadi manusia sejati yang bertaqwa dengan sebenar-benar taqwa kepada Alloh SWT perlu dibimbing oleh seorang hamba Alloh yang sebagai guru mursyid yang mendapat wewenang dari Rasulullah SAW, melalui para wali Alloh, sebagaimana firman Alloh : Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata. (tafsir QS 3/ Ali Imran 64).

Untuk itulah kepada kaum muslimin dan muslimat, bunuhlah babi-babi dan sejenisnya di dalam diri kita, patahkanlah salib yang menjadikan penghalang perjalanan yang lurus, janganlah menyuap dan menerima suap dan jadilah hakim yang adil di manapun kalian berada. Setelah semua proses itu dilalui, barulah kita akan menjadi kaya secara batiniyah. Kita akan mempunyai banyak teman di kalangan orang-orang soleh baik lahiriyah maupun batiniyah.

Salam Sejahtera dan Ajakan Kepada Seluruh Manusia dan Jin

Kepada seluruh umat manusia dan semua bangsa di dunia, masuklah semuanya ke jalan yang lurus Al Islam. Yaitu jalan yang telah diridloi oleh Allah Jalla wa jallaluh, Tuhan pencipta alam semesta ini. Al Islam adalah agama atau tatanan hidup untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan, yang telah disampaikan oleh para Nabi dan Utusan Alloh SWT, dan telah disempunakan oleh Alloh SWT melalui Nabi Muhammad SAW.

Welcome to the straight effective and efficient way of life Al Islam

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.